Senin, 01 Januari 2018

WASPADAI TIPE WANITA INI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW Bersabda :
إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ لَنْ تَسْتَقِيمَ لَكَ عَلَى طَرِيقَةٍ فَإِنْ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَبِهَا عِوَجٌ وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلَاقُهَا
Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan patahnya adalah perceraian.” [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Istri shalihah adalah dambaan setiap lelaki, namun kenyataan terkadang tak seindah impian. Harapan tinggallah harapan, dan kehidupan adalah kenyataan yang tak terelakkan. Tidak ada pilihan lain yang ada di hadapannya melainkan menjalani rumah tangganya dengan berat dan penuh masalah akibat kesalahan dalam memilih istri yang hanya menitik beratkan kepada kecantikan fisiknya saja.

Inilah perkara yang 14 abad silam diingatkan oleh Rasul SAW : “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung”.[HR Bukhari]

Faktor agama menjadi penentu utama dalam memilih istri jika suami bertujuan hidup bahagia dan beruntung bersamanya. Faktor agama di sini bukan hanya dilihat dari seberapa banyak sholat dan hafalan qur’annya namun juga yang tak kalah penting adalah perilaku dan wataknya.


Imam Al Ghazali menukil perkataan orang arab :
لا تنكحوا من النساء ستة: لا أنانة، ولا منانة، ولا حنانة؛ ولا تنكحوا حداقة، ولا براقة ولا شداقة
Janganlah kalian menikahi 6 tipe wanita : Annanah, Mannanah, Hannanah, Janganlah kalian menikahi haddaqah, barraqah dan syaddaqah [Ihya’ Ulumuddin]

Siapakah mereka itu? Berikut ini penjelasannya:
1-Al-Annanah, yakni Wanita yang suka mengeluh dan mengadu serta mengikat kepalanya setiap saat. Ia suka membesar-besarkan masalah, mendramatisir keadaan seakan-akan kehidupannya penuh kesengsaraan bersama suaminya. Wanita seperti ini cenderung kufur kepada suaminya. Menikahi wanita tipe ini kata imam ghazali tidak akan ada kebaikan di dalamnya. Rasulullah SAW bersabda:
أُرِيْتُ النَّارَ، فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ، يَكْفُرْنَ. قِيْلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ، وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئاً، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ.
Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.” Para Shahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?” Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.[HR Bukhari]

2-Al Mannanah, wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikan dan jasanya (orang tuanya sendiri) kepada suaminya. Wanita seperti ini cenderung menuntut balasan yang lebih besar dari suaminya atas kebaikan dalam rumah tangganya. Secara Umum, Mengungkit-ungkit kebaikan bisa menghilangkan pahala dari suatu kebaikan. Allah SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [QS Al-Baqarah: 264]

3-Al-Hannanah, yaitu wanita yang mengidam-idamkan suami selain suaminya saat ini atau mantan suaminya. Atau wanita yang membeda-bedakan anaknya dari suami yang terdahulu dan mengunggulkannya dari anak anak suami yang sekarang. Singkat kata, wanita itu sering menceritakan dan membanggakan orang-orang yang berada di masa lalunya.

Dalam keterangan lain, wanita yang sering merindukan keluarganya sendiri sehingga sering meninggalkan rumah suaminya [alinin com]

4-Al-Haddaqah, adalah wanita yang suka melihat-lihat barang (milik orang lain) dan mudah tertarik lalu memaksa suami untuk membelinya atau barang yang semisalnya. Dengan kata lain, wanita yang boros dan konsumtif (shopaholic). Ada baiknya wanita itu pelit sehingga iapun irit dalam belanja uang suaminya. Sayyidina Ali berkata :
شر خصال الرجال خير خصال النساء. البخل، والزهو والجبن
(Tiga) Sifat terjelek lelaki itu menjadi sifat terbaik bagi perempuan yaitu pelit, sombong dan penakut. [Ihya Ulumuddin]
Seorang wanita yang pelit dia akan tidak mudah membelanjakan harta suami sehingga ia cenderung bisa menjaga hartanya sendiri dan harta suaminya. Jika wanita itu “sombong” maka ia tidak mudah berkata-kata lembut  dan menggoda pria lain. Dan jika wanita itu penakut maka ia tidak akan berani keluar rumah sendirian.

5-Al-Barraqah. Makna Pertama, adalah tipe wanita yang suka berdandan sepanjang hari supaya terlihat cantik dengan make-upnya (cantik buatan). Setiap waktunya ia sibuk dengan bedak, lipstick dan eye shadownya demi penampilan. Sebagai catatan bagi wanita yang suka berdandan, Rasulullah SAW bersabda :
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” [HR. An Nasa’i]
Makna Kedua, wanita yang lebih suka makan sendiri daripada bersama suaminya, ataupun mengerjakan aktifitas lainnya.
5- Asy-Syaddaqah yaitu tipe wanita yang banyak bicara (cerewet)
Imam Ghazali berkata :
والصبر على لسان النساء مما يمتحن به الأولياء.
Bersabar atas ucapan istri adalah sebagian ujian dari para wali Allah [Ihya Ulumuddin]

Dalam keterangan lain, wanita yang suka berbicara dg suara keras dan mengobrol kesana kemari tanpa ada manfaatnya (ngegosip). [alnilin com]

Ini semua berlaku bagi pria yang sedang mencari calon istri. Adapun bagi anda yang sudah beristri dan ternyata sang istri memiliki sifat-sifat tersebut maka benahilah sifat-sifat buruknya dengan sabar dan tidak perlu menikah lagi..hehehe. Ingat sabda Nabi SAW di atas “Wanita diciptakan dari tulang rusuk... Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan patahnya adalah perceraian.” [HR. Muslim]

Imam Nawawi berkata : Pada hadits tersebut terdapat anjuran untuk berlemah lembut dengan istri, dan berbuat baik padanya serta bersabar atas kebengkokan akhlaknya, menerima minimnya akalnya, serta tidak menceraikannya tanpa sebab yang jelas [Syarah Muslim]

Dan berdoalah kepada Allah. Dalam hal ini, ada doa yang diajarkan oleh Ibnu Abbas RA sebagai berikut :
اللَّهُمَّ إنِّي أّعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ، وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ المَشِيبِ، وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَليَّ رَبّاً، وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ عَذَابَاً...
 Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat; dan dari pasangan (istri) yang menjadikanku tua (beruban) sebelum waktunya; dari anak (keturunan) yang berkuasa kepadaku; dan dari harta yang menyiksaku... [HR. Thabrani]  Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari menjadikan istri kita sebagai istri shalihah dan menjadikan setiap keluarga menjadi sakinah mawaddah wa rahmah demi menggapai ridlo-Nya.

Salam Satu Hadits,
DR.H.Fathul Bari Badruddin,SS.,M.Ag
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jawa Timur Indonesia
Http://annur2.net

Umrah Arbain :: ZIARAH RASUL VIII :: 20 Februari 2018 :: 15 Hari, Pesawat Garuda Tanpa Transit :: Fasilitas Lounge Bandara :: Hotel Mekkah Pulmann Zam-zam:: Daftar di Kantor PP Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim Indonesia



1 komentar:

  1. Terimakasih sebanyak banyaknya.karna bisa jadi bimbingan.saya jadi tahu lebih banyak tentang tipe-tipe wanita

    BalasHapus