Thursday, February 26, 2026

BERBAGI TAKJIL

 

ONE DAY ONE HADITH


Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani RA, Rasul SAW bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun juga.” [HR Tirmidzi]

 

Catatan Alvers

 

Kegiatan berbagi makanan untuk berbuka puasa atau dikenal dengan berbagi takjil, marak dilakukan oleh berbagai kalangan di bulan suci ramadhan. Mulai dari perorangan, kalangan siswa sekolah, kalangan kepolisian, imigrasi, Rumah sakit, KUA, hingga partai politik. Kegiatan tersebut dilakukan di berbagai tempat, mulai dari masjid, rumah pribadi, kantor, terminal hingga di pinggir-pinggir jalan raya. Bulan ramadhan terpilih menjadi bulan untuk kegiatan berbagi takjil karena di bulan ramadhan mayoritas orang islam berpuasa sehingga mereka membutuhkan makanan untuk berbuka.

 

Di samping itu, ada alasan lainnya yaitu dikarenakan bersedekah di bulan suci ramadhan merupakan sedekah terbaik. Suatu ketika ada sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apakah sedekah yang paling baik?" Rasulullah SAW menjawab,

صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

"(Sedekah yang paling afdhal adalah) sedekah di bulan Ramadan." [HR Tirmidzi]

 

Rasulullah SAW sendiri bersedekah dengan lebih banyak di bulan ramadhan dari bulan-bulan lainnya. Ibnu Abbas RA berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

"Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan”

“Yaitu ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadan untuk membacakan dan mempelajari Al-Qur’an bersama beliau. Maka sungguh Rasulullah SAW itu lebih cepat dalam berbuat kebaikan daripada angin yang berhembus." [HR Bukhari]

 

Imam Syafi’i berkata :

أُحِبُّ لِلرَّجُلِ الزِّيَادَةَ بِالْجُودِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ

“Aku menyukai bagi seseorang untuk menambah kedermawanannya di bulan Ramadan”

Lalu beliau memberikan alasannya : “Guna meneladani Rasul SAW, dan karena kebutuhan manusia pada bulan itu terhadap kemaslahatan mereka, serta karena banyak dari mereka sibuk dengan puasa dan shalat sehingga terhalang dari mencari pekerjaan mereka." [Nida’ur Rayyan]

 

Lebih khusus lagi, bersedekah dengan memberi makanan berbuka puasa akan mendatangkan pahala yang sangat besar. Diantaranya terdapat dalam hadits utama yaitu Rasul SAW bersabda: “Barang siapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun juga.” [HR Tirmidzi]

 

Tidak perlu menu makanan yang mewah, memberikan sepotong roti sudah cukup untuk mendapatkan pahala. Suatu ketika Rasul SAW ditanya: “Amal apakah yang paling utama?” Maka Beliau menjawab:

أَنْ تُدْخِلَ عَلَى أَخِيكَ الْمُسْلِمِ سُرُورًا أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تُطْعِمَهُ خُبْزًا

“Engkau memasukkan kebahagiaan kepada saudaramu yang Muslim, atau engkau melunasi hutangnya, atau engkau memberinya roti.” [HR Baihaqi]

 

Dahulu para sahabat termotivasi ketika mendengar hadits ini namun pada kenyataannya tidak semua dari mereka memiliki banyak makanan untuk dibagi-bagikan. Maka ada sahabat yang memberanikan diri bertanya : “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kami memiliki sesuatu untuk memberi makan orang yang berpuasa ketika berbuka.” Maka Nabi SAW bersabda :

يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مَذْقَةِ لَبَنٍ أَوْ تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةٍ مِنْ مَاءٍ

“Allah akan memberikan pahala tersebut bagi siapa saja yang memberi makan orang yang berpuasa dengan seteguk susu, atau sebutir kurma, atau seteguk air”.

“Dan siapa yang membuat orang berpuasa kenyang, maka Allah akan memberinya minum dari telagaku (di akhirat) dengan satu tegukan yang tidak akan membuatnya haus lagi hingga ia masuk surga.” [HR Baihaqi]

 

Dari besarnya pahala memberi buka puasa tersebut Ibnu Jawzi menyarankan agar kita memberi makan buka puasa selama bulan ramadhan walaupun cuma kepada satu orang karena itu artinya kita seakan-akan berpuasa selama 60 hari dalam satu bulan ramadhan. Beliau berkata :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا فَلَهُ أَجْرُ صَائِمٍ فَاجْتَهِدْ أَنْ تَصُومَ رَمَضَانَ سِتِّينَ يَوْمًا

"Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu. Karena itu, bersungguh-sungguhlah agar engkau bisa berpuasa di bulan Ramadan selama enam puluh hari." [At-Tabshirah]

 

Lantas bagaimana jika seseorang benar-benar tidak memiliki makanan berbuka puasa untuk dibagikan bahkan untuk dirinya sendiri?. Orang yang seperti itu masih bisa mendapatkan keutamaan yaitu dengan berniat akan memberikan makanan berbuka puasa kepada orang lain jika ia sudah memilikinya. Rasul SAW menceritakan orang yang punya ilmu tapi tidak memiliki uang namun ia memiliki niat yang kuat (untuk berbuat kebaikan semisal memberi makanan berbuka) sehingga ia berkata : “Seandainya aku memiliki uang maka aku akan melakukan seperti perbuatan si fulan (yang suka bersedekah)”,

فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ

maka ia (akan mendapatkan pahala) dengan niat baiknya sehingga keduanya (ia dan si fulan yang dermawan) mendapatkan pahala yang sama. [HR Turmudzi]

 

Tidak berhenti di situ, keutamaan memberi makan berbuka puasa dinyatakan juga dalam hadits Nabi yang lain, yaitu :

" مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا فِي رَمَضَانَ مِنْ كَسْبٍ حَلَالٍ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ لَيَالِيَ رَمَضَانَ كُلَّهَا

"Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa di bulan Ramadan dari hasil pekerjaan yang halal, maka para malaikat akan mendoakannya sepanjang malam-malam Ramadan”.

“Dan Jibril AS akan bersalaman dengannya pada malam Lailatul Qadr. Barangsiapa yang bersalaman dengan Jibril, maka akan banyak menangis (karena lembut hatinya), dan hatinya akan menjadi penuh kelembutan." [HR Baihaqi]

 

Dan seseorang yang menerima sedekah makanan atau takjil hendaklah ia membalas kebaikannya minimal dengan mendoakannya. Rasul SAW bersabda : “Siapa saja yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah kebaikannya. Jika engkau tidak mampu membalasnya maka :

فَادعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوا أَنَّكُم قَد كَافَأتُمُوهُ

“doakanlah dia sampai-sampai kalian yakin telah benar-benar mengimbangi kebaikan nya.” [HR Abu Daud]

 

Rasul SAW pernah diberi makanan lalu beliau mendoakan orang yang membaca doa :

أَكَلَ طَعَامَكُمْ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلَائِكَةُ وَأَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ

Semoga orang-orang yang baik yang memakan makanan kalian, semoga para malaikat memintakan ampunan untuk kalian, dan orang-orang yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian."[HR Ahmad]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-bari membuka hati dan pikiran kita untuk memperbanyak desekah dan berbagi buka puasa di bulan yang penuh berkah ini untuk meneladani perilaku Nabi SAW dan mengharap pahala dari Allah SWT.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

0 komentar:

Post a Comment