Jumat, 03 Agustus 2018

SAAT BER-SENDAWA



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA : Ada seorang lelaki bersendawa di sisi Nabi SAW maka beliau bersabda:
 كف عنا جشاءك فإن أكثرهم شبعا في الدنيا أطولهم جوعا يوم القيامة
Tahanlah sendawamu di hadapan kami, sesungguhnya orang yang paling sering kenyang di dunia mereka kelak adalah orang yang paling lama merasakan lapar di hari kiamat. [HR Turmudzi]

Catatan Alvers

Sendawa atau dalam bahasa jawa disebut dengan glege’en adalah aktifitas tubuh yang terjadi ketika gas keluar dari dalam perut melalui mulut. Lain ladang lain belalang. Di India, sendawa dianggap sebagai sebuah apresiasi atas makanan yang enak dan pedas. Namun lain halnya dengan di Jepang, orang Jepang menganggap tidak sopan bersendawa di meja makan. [wikipedia]


Lantas bagaimana ajaran islam memandangnya? Sebelumnya, hendaklah kita ketahui bahwa ada beberapa sebab dari seseorang bersendawa mengingat sendawa merupakan salah satu respon yang diberikan oleh tubuh kita saat di dalam tubuh terjadi sesuatu. Sendawa terjadi akibat gas yang terperangkap di antara saluran pencernaan atas dan bawah, gas yang berlebihan ini kemudian harus dikeluarkan supaya perut kembali nyaman. [Wikipedia]

Salah satu pemicu sendawa adalah karena perut penuh dengan makanan dan hal itu adalah tercela. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafasnya [HR Ahmad]

Maka dari itu ketika Wahab Abu Juhaifah As-sawa’i bersendawa di dekat Nabi SAW, beliau bersabda dalam hadits utama di atas “Tahanlah sendawamu di hadapan kami, sesungguhnya orang yang paling sering kenyang di dunia mereka kelak adalah orang yang paling lama merasakan lapar di hari kiamat”. [HR Turmudzi]
Maka Al-Mubarakfuri berkata :
النهي عن الجشاء هو النهي عن الشبع ; لأنه السبب الجالب له
Larangan bersendawa (Jusya’) merupakan larangan untuk kenyang karena kenyang merupakan sebab terjadinya sendawa. [Tuhfatul Ahwadzi]

Mendengar teguran dari Nabi tadi, maka Abu Juhaifah tidak lagi pernah memenuhi perutnya dengan makanan hingga masa wafatnya. Jika ia sudah makan siang maka ia tidak lagi makan malam pada hari itu begitu pula sebaliknya (Makan sekali sehari). Dan ia berkata “sejak 30 tahun yang lalu, perutku tidak pernah lagi penuh dengan makanan” [Tuhfatul Ahwadzi]

Hal lain yang memicu sendawa adalah berbicara sambil makan, makan terlalu cepat atau merokok [alodokter com] Namun yang perlu diperhatikan, kita tidak boleh su’udzon ketika melihat orang lain bersendawa karena penyebab sendawa bukan hanya hal negatif seperti di atas namun ada penyebab yang lain misalnya karena mengonsumsi makanan atau minuman tertentu seperti brokoli, kacang-kacangan, dan minuman berkarbonasi atau soda atau karena mengonsumsi obat seperti aspirin, ibuprofen dll. Keadaan cemas juga menjadi faktor pemicu sendawa [alodokter com]. Bahkan jika sendawa itu yang sering terjadi maka kemungkinan terdapat gangguan pada pencernaan. Hal ini dikarenakan adanya kelebihan gas di dalam perut atau tenggorokan sehingga secara otomatis tubuh akan mengeluarkannya. [Wikipedia]

Besendawa itu sendiri -tanpa memandang sebabnya- bukanlah hal yang diharamkan namun perbuatan ini menyalahi norma dan tata krama terlebih jika bersendawa di hadapan orang lain, karena hal itu akan mengganggu mereka dengan suara dan baunya. Itulah mengapa Rasul SAW menganjurkan untuk menahannya.
Imam Ahmad berkata:
إذا تجشى الرجل ينبغي له أن يرفع وجهه إلى فوقه لكي لا يخرج من فيه رائحة يؤذي بها الناس
“Apabila orang mau bersendawa, hendaknya dia angkat kepalanya ke atas, agar tidak keluar bau mulut yang mengganggu orang lain.” [Al-Adab As-Syar’iyyah]

Maka ketika seseorang bersendawa hendaklah ia menutupi mulutnya dengan tangan kirinya. Mengapa tangan kiri? Karena ini termasuk bab membersihkan kotoran. Hal ini diqiyaskan kepada menguap oleh Al-Adzra’i [Asnal Mathalib] Adapun mengenai bacaan ketika bersendawa maka kami belum menemukan haditsnya, namun keterangan dalam Ar-Ri’ayah Al-Kubra bahwa jika orang yang bersendawa membaca “alhamdulillah” maka di membalasnya dengan “Hanian Mari’an” (Semoga menjadi makanan yang sedap lagi baik akibatnya) [Al-Adab As-Syar’iyyah] Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari menjadikan kita sebagai muslim yang memperhatikan dan mengamalkan ajaran islam yang komprehensip dalam semua sendi kehidupan bahkan dalam aktifitas yang kecil sekalipun.

Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari,SS., M.Ag

Kajian Hadits
ONE DAY ONE HADITH
GROUP WA ALVERS
Sistem SPA+
S Singkat
P Padat
A Akurat
A Aktual
SEGERA MILIKI BUKUNYA
Pemesanan Hub.
CP. Ust. Muadz
0812-1674-2626
Bisa kirim ke seluruh indonesia

Ayo Mondok di
*Pesantren Wisata*
AN-NUR AL-MURTADLO Malang Jatim
Pesantren yang mengajarkan KITAB KUNING dengan metode quantum learning,
1 tahun dapat baca kitab (usia SMP)
hafal fathul qarib
tersedia kelas tahfidz
Sekolah tinggi ilmu kitab kuning
Sekolah formal di dalam pondok (MI-SMP-SMA)

dengan LOKASI yang didesain dengan nuansa yang asri dan dilengkapi beberapa wahana layaknya wisata seperti
Flying fox,
rumah pohon,
terapi ikan,
mini zoo
replika baytur rosul
monumen cincin rasul
dll .
Info

0 komentar:

Posting Komentar