Rabu, 08 Agustus 2018

JANGAN BANYAK KENALAN



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:
يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَنِ
Hampir saja terjadi (suatu zaman) harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan dasar lembah, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnah". [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Dalam urusan bisnis kita kenal slogan “Membangun relasi yang seluas-luasnya merupakan kunci agar bisnis bisa berkembang”. Jadi menurut slogan ini semakin banyak relasi (kenalan) semakin banyak peluang kesuksesan dalam suatu usaha yang dijalankan. Dalam era media sosial juga demikian, semakin banyak pertemanan maka semakin tenar apalagi banyak foolowers dan viewers, maka semakin ngetop. Namun tidak demikian dalam urusan agama, Imam Ghazali menukil perkataan ulama’ :  
أقلل المعارف فإنه أسلم لدينك وقلبك وأخف لسقوط الحقوق عنك لأنه كلما كثرت المعارف كبرت الحقوق وعسر القيام بالجميع
Sedikitkanlah kenalan karena hal itu (1) akan lebih menyelamatkan agamamu dan (2) hatimu serta lebih (3) meringankan kewajibanmu atas orang lain (kenalan), sesungguhnya semakin banyak kenalan maka semakin besar kewajiban dan memenuhi semua kewajiban tersebut adalah hal yang sulit untuk dilakukan [Ihya’ Ulumuddin]


Menurut alasan pertama, Imam Ghazali memaparkan bahwa dengan tidak banyak kenalan dan menjauh dari kebanyakan manusia akan menjadikan pikiran seseorang lebih jernih tidak terkotori oleh berbagai macam urusan duniawi sehingga ia bisa lebih konsentrasi untuk ibadah kepada Allah sehingga lebih selamat dalam urusan agama.
Untuk alasan kedua, tidak banyak kenalan dan menjauh dari kebanyakan manusia akan menjadikan seseorang lebih tentram hatinya. ‘Aun bin Abdillah :
كنت أجالس الأغنياء فلم أزل مغموما،كنت أرى ثوبا أحسن من ثوبي ودابة أفره من دابتي فجالست الفقراء فاسترحت
Dahulu, Aku berteman dengan orang-orang kaya maka aku senantiasa berada dalam kegalauan yang berkepanjangan. Bagaimana tidak, ketika aku melihat bajunya lebih bagus dari bajuku dan kendaraannya lebih bagus dari kendaraanku maka aku menjadi galau. Lantas aku berteman dengan fakir miskin maka hatiku menjadi tenang. [Ihya Ulumuddin]

Orang yang tidak banyak kenalan, ia banyak diam di rumah dengan  demikian ia bisa dijauhkan dari hal semacam itu. Orang yang melihat perhiasan dunia boleh jadi ia kuat dan sabar namun ia terpaksa harus menelan pahitnya sabar sedangkan sabar itu sendiri rasanya lebih pahit dari pada shibr (jamu yang pahit). Dan boleh jadi ia tidak sabar, dengan demikian ia menginginkan hal yang sama dengan apa yang dilihatnya. Lalu ia berusaha keras dengan menghalalkan segala cara dan akhirnya hal itu menjadi jalan kebinasaannya. Ahli hikmah berkata :
مَنْ جَلَسَ مَعَ الْأَغْنِيَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ حُبَّ الدُّنْيَا وَالرَّغْبَةَ فِيهَا
Barangsiapa duduk bersama orang-orang kaya maka Allah akan menambahi cinta kepada dunia dan semangat untuk mendapatkan dunia. [Tanbihul Ghafilin]

Ketiga, jika seseorang memiliki banyak kenalan maka banyak pula tuntutan kenalan kepadanya. Konsekwensinya dia harus memenuhi berbagai macam undangan dan acara mereka, menjenguk tatkala sakit dan kewajiban lainnya. Jika seseorang berusaha memenuhi semua undangan tersebut niscaya habislah usianya hanya untuk memenuhi undangan orang lain tersebut dan ini hampir mustahil bisa terpenuhi bahkan untuk seorang pengangguran sekalipun.
Jika seseorang memilah dan memilih untuk mendatangi undangan dan kepentingan kenalan tertentu saja niscaya kenalan yang lain akan mencibir bahwa dia telah membeda-bedakan kenalan. Terdapat satu perkataan “Jika seseorang tidak menejenguk kenalan yang sedang sakit maka itu artinya ia menginginkan kematiannya karena tatkala bertemu dalam keadaan sehat maka ia khawatir di bully atas ketidak peduliannya kepada orang yang sakit tersebut”. Selanjutnya, dia akan sibuk mencari-cari alasan sebagai pembenar atas ketidak hadirannya. Maka dari itulah Rasul SAW bersabda dalam hadits utama di atas “Hampir saja terjadi (suatu zaman) harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan dasar lembah, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnah". [HR Bukhari]

Inilah solusi agar kita selamat dalam menjalani kehidupan di zaman yang penuh dengan fitnah ini. Pepatah jawa mengatakan “ngono yo ngono tapi ojo ngono” (bolehlah berbuat seperti itu tapi jangan terlalu). Maka jalan lain ketika “uzlah” (menyendiri dan menjauh dari kalangan manusia) tidak bisa dijadikan pilihan maka setidaknya kita jangan memperbanyak kenalan dengan cara membatasi kenalan seperlunya saja. Uqbah bin Amir  RA pernah bertanya “Ya Rasulallah, Apa yang harus dilakukan agar selamat? Maka beliau bersabda :
أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ
Tahanlah mulutmu, berdiam dirilah di rumahmu dan tangisilah kesalahanmu [HR Ahmad] Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari menjadikan kita sebagai orang yang selamat dalam urusan dunia dan akhirat walaupun kita hidup di tengah-tengah zaman now, zaman yang penuh hoax dan fitnah.

Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari,SS., M.Ag

Kajian Hadits
ONE DAY ONE HADITH
GROUP WA ALVERS
Sistem SPA+
S Singkat
P Padat
A Akurat
A Aktual
SEGERA MILIKI BUKUNYA
Pemesanan Hub.
CP. Ust. Muadz
0812-1674-2626
Bisa kirim ke seluruh indonesia

Ayo Mondok di
*Pesantren Wisata*
AN-NUR AL-MURTADLO Malang Jatim
Pesantren yang mengajarkan KITAB KUNING dengan metode quantum learning,
1 tahun dapat baca kitab (usia SMP)
hafal fathul qarib
tersedia kelas tahfidz
Sekolah tinggi ilmu kitab kuning
Sekolah formal di dalam pondok (MI-SMP-SMA)

dengan LOKASI yang didesain dengan nuansa yang asri dan dilengkapi beberapa wahana layaknya wisata seperti
Flying fox,
rumah pohon,
terapi ikan,
mini zoo
replika baytur rosul
monumen cincin rasul
dll .
Info
0341-833235
annur2 net

0 komentar:

Posting Komentar