Kamis, 10 Januari 2019

"MENJENGUK ALLAH"


*ONE DAY ONE HADITH*

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
مَنْ عَادَ مَرِيضًا نَادَى مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا
Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga. [HR Ibnu Majah]

_Catatan Alvers_

Menjenguk orang sakit menjadi tema viral ketika presiden menjenguk salah seorang ulama yang sedang dirawat di rumah sakit. Tidak ketinggalan, calon presiden dan calon wakil presiden lainnya juga ikut menjenguknya. Terlepas dari ranah politik, Menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim sebagaimana terdapat dalam atikel odoh sebelumnya “MENJENGUK VS DIJENGUK”.  Imam Ghazali berkata “Islam dan kenal, keduanya sudah cukup menjadikan wajibnya menjenguk orang sakit dan meraih pahala dari menjenguknya”. [Ihya Ulumuddin]

Menjenguk orang sakit merupakan perbuatan yang mulia hingga Allah meng”ibarat”kan menjenguk orang sakit dengan menjenguk Allah SWT. Di hari kiamat, Allah azza wa jalla berfirman:
يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي
Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku.
Ia berkata: Ya Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?
Allah berfirman:
أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلَانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ
Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila engkau menjenguknya niscaya engkau akan mendapati-Ku ada di sisinya? [HR Muslim]

Subhanallah, Kalimat “aku (Allah) sakit” ini bermakna majas, bukan makna sebenarnya karena maha suci Allah dari segala sakit dan penyakit. Kalimat tersebut sebagaimana penjelasan lanjutan haditsnya menunjukkan betapa mulianya menjenguk orang sakit sampai-sampai diibaratkan dengan Allah sendiri yang sakit.

Supaya lebih sempurna, hendaklah orang yang menjenguk memperhatikan tatakrama dalam menjenguk orang sakit. Imam Ghazali menjelaskan diantaranya : Duduk sebentar (tidak berlama-lama dalam menjenguk), Sedikit bertanya, menampakkan keprihatinan, mendoakan kesembuhannya, dan menjaga pandangan dari aurat. Rasul SAW bersabda: “Sempurnanya menjenguk orang sakit adalah menaruh tangannya di kening orang yang sakit atau memegang tangannya sambil menanyai bagaimana keadaannya. Dan penghormatan yang sempurna adalah dengan bersalaman”. [Ihya Ulumuddin]

Tidak ada anjuran tertentu mengenai hari maupun waktu untuk menjenguk. Kapan saja, seseorang dapat menjenguk orang sakit, namun demikian sebaiknya memilih waktu-waktu yang sekiranya tidak menjadi beban dan memberatkan orang yang sedang dikunjungi terlebih jika berada di rumah sakit.

Tiada yang diharapkan oleh orang yang sakit melebihi kesembuhan dari penyakitnya. Maka betapa berharganya doa kesembuhan untuknya. Mendoakan orang yang sakit adalah hal minimal yang bisa dilakukan jika seseorang tidak sempat menjenguknya. Jangan sampai seseorang tidak menjenguk, ia enggan pula mendoakannya, apalagi
 seseorang sudah tidak menjenguk malahan berdoa kejelekan untuk orang yang sakit sebagaimana ada yang berkata :
من لم يعد مريضاً في وقت العيادة اشتهى موته خيفة من تخجيله
barang siapa tidak menjenguk orang yang sakit ketika sakitnya maka (boleh jadi) ia mengharap kematiannya karena khawatir malu karena tidak menjenguknya [Ihya Ulumuddin]

Berikut doa yang dicontohkan oleh beliau. Rasul SAW bersabda: barang siapa yang menjenguk orang sakit lalu membaca :
أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.”
Sebanyak tujuh kali, niscaya Allah akan menyembuhkannya jika ia memang belum sampai ajalnya. [HR Ahmad]

Doa lainnya pernah dicontohkan oleh sahabat Anas Anas bin Malik. Anas berkata, maukah aku meruqyahmu dengan ruqyah Rasulullah SAW.  Tsabit pun menjawab, “Iya.” Lalu Anas membacakan do’a :
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
 “Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” [HR Bukhari]

Disela-sela menjenguk, kita juga dianjurkan untuk meringankan beban pikirannya sebagaimana dilakukan oleh Rasul SAW ketika mengunjungi orang sakit, Beliau bersabda :
لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Tidak masalah, ia (penyakit ini) menjadi pembersih (dosa) insya Allah. [HR Bukhari].

Di lain kesempatan, Beliau  membesarkan hati orang yang sakit. Beliau bersabda : “Bergembiralah, wahai Ummu ‘Ala. Sesungguhnya Allah akan menggugurkan dosa-dosa orang yang sakit dengan penyakitnya, sebagaimana api menghilangkan kotoran-kotoran dari biji besi”. [HR Abu Dawud]

Disamping doa, ada baiknya kita membantu memberikan tips kesehatan. berikut tips dari Ali bin Abi thalib, beliau  berkata: Jika salah seorang dari kalian menderita sakit perut maka hendaklah ia meminta sedikit uang maskawinnya (dengan suka rela dan ikhlas) kepada istrinya untuk membeli madu lalu campurilah denga air hujan sehingga berkumpul padanya hani’an (sedap), mari’a (baik akibatnya), obat dan keberkahan [Ihya Ulumuddin]. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari menganugerahkan kesembuhan kepada semua alvers yang sedang menderita sakit dengan kesembuhan yang sempurna dan kesehatan yang prima.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Abdullah Alhaddad]

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Nggak Mondok Nggak Keren!

0 komentar:

Posting Komentar