Jumat, 11 Januari 2019

MUKJIZAT SEPANJANG MASA



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مَا مِثْلهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Tidak ada seorang nabi pun kecuali ia diberi bukti-bukti (mukjizat) yang dengan semisal itu manusia dapat beriman.Dan aku mendapatkan wahyu dari Allah sehingga aku berharap sebagai nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat nanti. [HR.Bukhari]

Catatan Alvers

Al-Quran merupakan Mukjizat sepanjang masa. As-Suyuti berkata :
اعلم أن المعجزة أمر خارق للعادة مقرون بالتحدي سالم عن المعارضة
Ketahuilah Bahwa Mukjizat itu adalah perkara luar biasa yang disertai dengan tantangan (kepada siapapun untuk membuat tandingannya) Namun  tidak (seorangpun)mampu memenuhinya [Al-Itqan]


Mukjizat yang dimiliki oleh para Rasul sebagai bukti kerasulan mereka terdiri dari 2 macam. Pertama, Mukjizat Hissiyah, yaitu mukjizat yang bisa ditangkap oleh panca indera seperti berubahnya tongkat nabi musa menjadi ular, membelah lautan. Penyembuhan Nabi isa terhadap penyakit buta dan kusta, Kebalnya Nabi Ibrahim dari kobaran api besar dll. Dan kebanyakan mukjizat para Nabi bani Israil tergolong ke dalam jenis ini sesuai dengan daya nalar mereka yang terbatas saat itu.

Kedua, Mukjizat Aqliyah, yaitu mukjizat yang dapat ditangkap oleh nalar manusia sebagaimana Kitab suci Al-Qur’an yang diberikan kepada umat nabi Muhammad saw, yang identik dengan kecerdasan dan ketajaman daya nalar mereka yang mana saat itu mereka membanggakan sastra yang penuh dengan keindahan susunan dan gaya bahasa.[Al-Itqan]

Kalau mukjizat para Nabi terdahulu bersifat temporer (sementara) dan lokal (hanya untuk kaumnya saja) sehingga tiada tersisa mukjizat-mukjizat para nabi terdahulu maka Al-Qur’an bersifat langgeng (selamanya) dan universal (untuk semua ummat). Dengan demikian tantangan untuk membuat semisal Al-Quran sebagai tandingannya berlaku hingga saat ini. Allah SWT berfirman :
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
Katakanlah "Sesungguh-Nya jika  manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain" [QS al Isra' : 88]

Tantangan inipun lalu diturunkan menjadi 10 surat saja. Allah SWT berfirman :
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat al-Qur’an itu!” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. [QS Hud : 13]

Dan pada akhirnya, Tantangan inipun lalu diturunkan menjadi satu surat saja. Allah SWT berfirman :
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين
Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. [QS al-Baqarah : 23]

Tantangan ini bukannya tidak mendapatkan sambutan, namun orang-orang saat itu yang terkenal dengan sastra yang tinggi dimana mereka membanggakan bahasa dan satra hingga mengadakan perlombaan dalam perkumpulan mereka, ternyata mereka tak berdaya walaupun sudah bersusah payah. Terekam dalam sejarah satu nama yang terkenal yaitu Musailamah Al-Kadzdzab. Ia mengaku sebagai nabi dikalangan bani Hanifah yang diberi wahyu oleh Allah Ta'ala. Iapun membuat surat tandingan dari surat al-Kautsar. Ia berkata :
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْجَوَاهِرْ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وهاجر إن شانئك هو الكافر
Sesungguhnya aku telah memberimu intan permata, maka sembahlah sesembahanmu dan tinggalkanlah, sesungguhnya orang yang membencimu adalah orang yang kafir.
[Al-Burhan Fi Ulumil Qur’an]

Surat ini mirip sekali dengan surat al-Kautsar. Bandingkan dengan surat al-Kautsar berikut :
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)
 Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. [QS Al-Kautsar :1-3]

Begitu kita mendengan ayat palsu di atas maka kita segera tahu kalau ayat tersebut KW. Meskipun memiliki susunan yang mirip dan mungkin maknanya demikian, lantas apakah ia sebanding dengan surat Al-Kautsar? Marilah kita selami Mukjizat dari surat yang terpendek ini sehingga kita nanti tahu betapa jauh perbedaan dua surat tersebut. Surat Al-Kautsar yang terdiri dari tiga ayat adalah surat terpendek dalam Al-Qur’an. Ia terdiri dari 10 Kata. Pada ayat pertama memuat 10 huruf hijaiyah (tanpa pengulangan). Yaitu : 1) Hamzah/ Alif, (2) nun, (3) ain, ( 4) Tha’, (5) Ya, (6) Kaf, (7)Lam, (8) Waw, (9) Tsa’, (10) Ra’.  Pada ayat kedua memuat 10 huruf hijaiyah(tanpa pengulangan). Yaitu : 1) Fa’, (2) Shad, (3) Lam, ( 4) Ra’, (5) Ba’, (6) Kaf, (7) Waw, (8) Alif, (9) Nun, (10) Ha’. Dan pada ayat ketiga memuat 10 huruf hijaiyah (tanpa pengulangan). Yaitu : (1) Hamzah’/ Alif, (2) Nun, (3) Syin, ( 4) Kaf, (5) Ha’ , (6) Wawu , (7) Lam, (8) Ba’, (9) Ta’, (10) Ra’.

Diantara sekian banyak huruf dalam surat ini, huruf yang paling banyak terulang adalah huruf alif dan itu jumlahnya 10 alif. Dan huruf yang tidak terulang, yakni disebut hanya satu kali hurufnya terdapat 10 huruf. Pada akhir dari setiap Surat ini diakhiri dengan huruf ra’ dan ra’ adalah huruf urutan ke 10 dalam huruf hijaiyah. Dan Surat-surat dalam A-Qur’an yang berakhir dengan huruf ra’ ada 10 surat dan surat al-Kautsar ini merupakan surat yang terakhir. Apakah yang dimaksud dengan angka 10 yang terdapat dalam surat al-Kautsar ini? Ia adalah hari ke-10 dari bulan dzul hijjah yaitu hari nahr (qurban). Subhanallah, Maha benar Allah yang berfirman :
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
Kalau sekiranya al-Qur`ân itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. [QS An-Nisa’ : 82] Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka pintu akal pikiran serta hati kita semua alvers sehingga dapat lebih memahami keMukjizatan Kalam-Nya untuk selanjutnya kita semakin beriman kepada-Nya.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Abdullah Alhaddad]

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Nggak Mondok Nggak Keren

0 komentar:

Posting Komentar