Minggu, 26 Januari 2020

MENGHADAPI VIRUS CORONA



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan oleh Abdur Rahman bin Auf RA, Nabi SAW bersabda:
إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ
Jika kalian mendengar tentang terjadinya wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian pergi ke sana. Namun jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada maka janganlah kalian keluar meninggalkan tempat itu melarikan diri darinya. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Korban jiwa akibat virus corona telah mencapai sebanyak 41 orang di China akibat virus corona yang bermutasi, menginfeksi lebih dari 1.300 orang secara global. (24/1/2020). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus corona sebagai "keadaan darurat di China"

Semua kematian terakhir terjadi di Wuhan, yakni daerah yang disinyalir menjadi pusat penyebaran virus. Menurut otoritas kesehatan di sana, penularan virus dari manusia ke manusia dipercaya berasal dari pasar di Wuhan yang memperdagangkan secara ilegal sumber dari alam liar.


Virus corona yang muncul dari kota Wuhan, provinsi Hubei, China sejak 31 Desember 2019 lalu sudah menjangkit dan menyebar di berbagai negara lain seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Prancis, Amerika Serikat, Australia, dan bahkan di Indonesia. [cnbcindonesia com]

Kemenkes kini menetapkan siaga satu terhadap virus corona untuk mencegah penyebaran virus yang juga dikenal dengan nama 2019-nCoV yang berasal dari China tersebut masuk ke Indonesia. Virus yang menyerang sistem pernafasan manusia ini memiliki kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal. jika virus ini telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, maka pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan dengan masa inkubasi virus ini 2 sampai 14 hari. Mengingat virus ini bisa menular dari manusia ke manusia, maka sebagai pencegahan Pemerintah mengaktifkan 135 alat pemindai suhu tubuh atau thermo scanner di 135 pintu masuk Indonesia baik melalui darat, laut maupun udara. [bbc com]

Berbagai spekulasi muncul di medsos. Mulai dugaan bahwa virus corona adalah virus buatan china yang diproyeksikan sebagai senjata biologis namun bocor dan mengenai warganya sendiri bak senjata makan tuan. [top-news online] Ada juga dugaan bahwa virus corona sengaja disebarkan di wuhan karena di sana adalah mayoritas berpenduduk muslim. Sehingga hal ini ada yang menyebut sebagai program nasional memberantas muslim layaknya uighur.[kabarrantau com]

Wallahu A’lam apa yang sebenarnya melatar belakangi menyebarnya wabah virus corona ini namun yang jelas ini menjadi masalah yang sangat mengkhawatirkan. Penulis sendiri berencana berkunjung ke china pada bulan maret namun pasca merebaknya virus ini penulis mengurungkan niat berkunjung kesana.

Dalam sejarah islam, wabah mematikan pernah terjadi ketika Sayyidna Umar bin Khattab pergi ke Syam, setelah sampai di Saragh, pimpinan tentara datang menyambutnya. Antara lain terdapat Abu "Ubaidah bin Jarrah dan para sahabat yang lain. Mereka mengabarkan kepada 'Umar bahwa wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Ibnu Abbas berkata; 'Umar berkata; 'Panggil ke sini para pendahulu dari orang-orang Muhajirin! '

Maka kupanggil mereka, lalu 'Umar bermusyawarah dengan mereka. Kata 'Umar; 'Wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Bagaimana pendapat kalian? ' Mereka berbeda pendapat. Sebagian mengatakan kepada 'Umar;
قَدْ خَرَجْتَ لِأَمْرٍ وَلَا نَرَى أَنْ تَرْجِعَ عَنْهُ
'Anda telah keluar untuk suatu urusan penting. Karena itu kami berpendapat, tidak selayaknya Anda akan pulang begitu saja.'

Sebagian lain mengatakan; 'Anda datang membawa rombongan besar yang di sana terdapat para sahabat Rasulullah SAW. Kami tidak sependapat jika Anda menghadapkan mereka kepada wabah penyakit ini.' Umar berkata: 'Pergilah kalian dari sini! ' Kemudian 'Umar berkata lagi: 'Panggil ke sini orang-orang Anshar! ' Maka aku memanggil mereka, lalu Umar bermusyawarah dengan mereka. Ternyata kebijaksanaan mereka sama dengan orang-orang Muhajirin. Mereka berbeda pendapat seperti orang-orang Muhajirin. Maka kata 'Umar; 'Pergilah kalian dari sini! ' Kata Umar selanjutnya; 'Panggil ke sini pemimpin-pemimpin Quraisy yang hijrah sebelum penaklukan Makkah!' Maka aku (Ibnu Abbas) memanggil mereka.

Ternyata mereka semuanya sependapat, tidak ada perbedaan. Kata mereka; 'Kami berpendapat, sebaiknya Anda pulang saja kembali bersama rombongan Anda dan jangan menghadapkan mereka kepada wabah ini. Lalu Umar menyerukan kepada rombongannya "Besok pagi-pagi aku akan kembali pulang. Karena itu bersiap-siaplah kalian!"

Kemudian Abu 'Ubaidah bin Jarrah bertanya;
أَفِرَارًا مِنْ قَدَرِ اللَّهِ
"Apakah kita hendak lari dari takdir Allah?"
Umar menjawab: 'Mengapa kamu bertanya demikian hai Abu 'Ubaidah? Agaknya Umar tidak mau berdebat dengannya. Beliau menjawab:
نَعَمْ نَفِرُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ إِلَى قَدَرِ اللَّهِ أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لَكَ إِبِلٌ هَبَطَتْ وَادِيًا لَهُ عُدْوَتَانِ إِحْدَاهُمَا خَصِبَةٌ وَالْأُخْرَى جَدْبَةٌ أَلَيْسَ إِنْ رَعَيْتَ الْخَصْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ وَإِنْ رَعَيْتَ الْجَدْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ
"Ya, kita lari dari takdir Allah kepada takdir Allah. Bagaimana pendapatmu, seandainya engkau mempunyai seekor unta, lalu engkau turun ke lembah yang mempunyai dua sisi. Yang satu subur dan yang lain tandus.Bukanlah jika engkau menggembalakannya di tempat yang subur, engkau menggembala dengan takdir Allah juga, dan jika engkau menggembala di tempat tandus engkau menggembala dengan takdir Allah?"

Di tengah perbincangan Umar dengan Abu 'Ubaidah tiba-tiba datang sahabat Nabi bernama Abdurrahman bin 'Auf dari suatu keperluan lalu dia berkata: "Aku mengerti masalah ini. Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri." Sebagaimana hadits utama di atas. Mendengar hal itu, akhirnya Sayyidina Umar mengucapkan puji syukur kepada Allah, setelah itu beliau pergi. [HR Bukhari]

Dalam bagian kedua hadits utama di atas Nabi bersabda : “jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada maka janganlah kalian keluar meninggalkan tempat itu melarikan diri darinya”. [HR Bukhari] Mengapa demikian? Aisyah pernah bertanya mengenai hakikah wabah thaun, Rasul menjawab :
أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ
Bahwa Thaun itu adalah suatu azab yang Allah timpakan kepada seseorang yang dia kehendaki. Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang mukmin. Tidaklah bagi seseorang yang tertimpa tha'un kemudian ia berdiam diri di wilayahnya itu dengan sabar dan ia menyadari bahwa tha'un itu tidak akan menimpa kecuali telah ditetapkan Allah, kecuali ia memperoleh pahala bagaikan orang mati syahid. [HR Bukhari]

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati kita untuk terus berusaha lantas tawakkal kepada sang pencipta. Semoga Kaum muslimin dimanapun dijauhkan dari wabah penyakit dan jika ada yang gugur diantara mereka karena suatu wabah maka dicatat sebagai syahid.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren Lho!

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Alhaddad]

0 komentar:

Posting Komentar