Senin, 29 Agustus 2016

PROGRAM HAJI GRATIS



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :
وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Dan haji mabrur itu tiada balasan bagi-nya melainkan Surga. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Haji secara etimologi adalah sinonim dari kata Qasd yang atinya menyengaja. Secara terminologi haji berarti menyengaja pergi menuju ka’bah untuk melaksanakan serangkaian ibadah dengan cara tertentu. [Fathul Mu’in] Sebagaimana yang kita maklumi bahwa haji itu wajib bagi kaum muslimin yang mampu. Keengganan melaksanan ritual yang merupakan rukun islam yang kelima ini diancam oleh Rasul dengan sabda beliau :
مَنْ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنَ الْحَجِّ حَاجَةٌ ظَاهِرَةٌ، أَوْ سُلْطَانٌ جَائِرٌ ، أَوْ مَرَضٌ حَابِسٌ ، فمَاتَ وَلَمْ يَحُجَّ، فَلْيَمُتْ إِنْ شَاءَ يَهُودِيًّا، وَإِنْ شَاءَ نَصْرَانِيًّا
"Barang siapa yang tidak terhalang oleh suatu kebutuhan yang nyata, Penguasa yang dhalim, penyakit yang mengekangnya dari menunaikan ibadah haji kemudian ia mati sebelum berhaji maka hendaklah ia mati jika ia mau sebagai seorang Yahudi atau jika ia mau sebagai seorang Kristen" [HR Ad-Darimi]

Kewajiban haji mendapat perhatian yang luar biasa dari masyarakat muslim tidak hanya mereka yang kaya secara fiansial namun kalangan menengah kebawahpun sangat antusias ingin melaksanakannya terbukti dengan maraknya layanan talangan haji. Meskipun pada tahun 2014 silam menteri Agama saat itu, Surya darma ali telah melarang Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) memberikan dana talangan kepada calon jamaah haji namun dana talangan ini masih marak terjadi karena antusiasnya masyarakat untuk mengantre daftar haji. Berdasarkan informasi dari website kemenag daftar tunggu calon jamaah haji provinsi jawa timur adalah 2039. [Diakses 30/08/16] Itu artinya jika seseorang daftar hari ini maka ia akan diberangkatkan haji 23 tahun yang akan datang.
Antusiasme kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah haji tidak hanya terjadi saat ini dimana antriannya cukup panjang, namun sudah terjadi sejak zaman Rasul SAW kaum muslimin di madinah dari kalangan yang kurang mampu juga memiliki keinginan kuat melaksanakannya. Hal ini terbukti dengan kisah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA berikut. Orang-orang fakir datang kepada Nabi SAW, mereka berkata, “Orang-orang yang dikaruniai harta mendapatkan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang banyak; mereka melaksanakan shalat sama seperti kami, mereka melaksanakan puasa sama seperti kami, akan tetapi mereka memiliki kelebihan dari hartanya sehingga mereka melaksanakan haji, umrah, ikut berjihad dan mengeluarkan shadaqah. Rasulullah SAW bersabda :  
أَلَا أُحَدِّثُكُمْ إِنْ أَخَذْتُمْ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ بَعْدَكُمْ وَكُنْتُمْ خَيْرَ مَنْ أَنْتُمْ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ مِثْلَهُ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ
Maukah aku terangkan kepada kalian dengan suatu perkara jika kalian melaksanakannya, kamu akan melampaui orang yang mendahului kamu, dan tidak akan ada seorang pun yang dapat mendahuluimu setelahnya, dan kamu lebih baik diantara mereka, kecuali orang yang melakukan sepertinya; yaitu kalian bertasbih, bertahmid dan bertakbir setiap kali selesai shalat (wajib) 33 kali. [HR Bukhari]

Dalam hadits tersebut Rasul menerangkan bahwa orang yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji mereka tetap bisa mendapat pahala haji asal mereka mau mengamalkan apa yang menjadi anjuran beliau. Dengan kata lain, mereka bisa mendapatkan pahala haji dengan gratis tanpa membayar sejumlah uang. Sungguh luar biasa bukan ajaran islam tidak membeda-bedakan kasta dan harta dalam berlomba meraih surga Allah swt.

Pahala haji seperti di atas juga bisa didapatkan dengan membantu menyiapkan bekal untuk orang yang akan berhaji. Rasul Saw bersabda:
من جهز غازيا أو حاجا أو خلفه في أهله أو فطر صائما كان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجورهم شئ
“Siapa yang menyiapkan bekal untuk orang yang akan berjihad, ibadah haji, mencukupi keluarga yang ditinggalkan atau memberi makan orang yang buka puasa maka ia mendapatkan pahala seperti pahala mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” [HR An-Nasa’i dalam As-Sunan al-Kubra]

Ternyata tidak hanya berhenti sampai di sini alvers, masih ada amalan- amalan gratis lain yang berpahala seperti haji. Diantaranya adalah pergi ke masjid untuk belajar. Rasul SAW bersabda:
مَنْ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ لاَ يُرِيدُ إِلاَّ ليَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يعلمهُ، فلَهُ أَجْر حَاجٍّ تَام الحِجَّة
Barang siapa pergi ke masjid tiada lain untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka akan ia mendapat seperti pahala orang yang haji dengan sempurna. [HR Al-Hakim]

Begitu pula pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. Rasul SAW bersabda:
مَنْ مَشَى إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ وَهُوَ مُتَطَهِّرٌ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ
Barang siapa berjalan untuk shalat wajib dalam keadaan suci (berwudlu) maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berhaji yang berihram. [HR Ahmad]
Dan yang terakhir adalah shalat dhuha dengan syarat sebagaimana disabdakan oleh Rasul SAW :
مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِد جَمَاعَة يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ
Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan ber jama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai me-laksanakan shalat sunnah Dhuha (setelah masuk waktunya), maka ia mendapat pahala seperti orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna. [HR Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir]

Subhanallah, Maha suci Allah yang mensyariatkan ibadah haji yang mana di dalam pelaksanaannya tidak membedakan status sosial, pangkat dan jabatan. Semua yang datang ke baitullah mengenakan pakaian sederhana yang menegasikan perbedaan antara pejabat dan rakyat, Konglomerat dan kocomelarat. Dan memang demikian, Dengan uraian di atas, Allah tidak membedakan pahala seseorang dari banyak sedikit hartanya karena yang kaya bisa berhaji dan yang tidak kayapun bisa mendapatkan pahala haji. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita agar termotivasi untuk melakukan amalan-amalan yang diajarkan oleh Nabi SAW yang mengantarkan kita meraih pahala yang tiada lain melainkan surga.

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari, Malang, Ind

Artikel Terbaik
ONE DAY ONE HADITH
Kajian Hadits
Sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat)
READY STOCK BUKU ONE DAY#1
Hub. Pemesanan :
Muadz
081216742626

0 komentar:

Posting Komentar