Rabu, 25 Januari 2017

PESONA KA'BAH

*ONE DAY ONE HADITH*

Diriwayatkan dari Ibn Abbas RA, Rasul SAW Bersabda :

يُنْزِلُ اللهُ كُلَّ يَوْمٍ عِشْرِيْنَ وَمِائَةِ رَحْمَةٍ سِتُّوْنَ مِنْهَا لِلطَّائِفِيْنَ وَأَرْبَعُوْنَ لِلْعَاكِفِيْنَ حَوْلَ الْبَيْتِ وَعِشْرُوْنَ مِنْهَا لِلنَّاظِرِيْنَ إِلَى الْبَيْتِ
Allah menurunkan tiap harinya  120 rahmat . Enam puluh  rahmat untuk orang – orang yang menjalankan tawaf .  40 untuk orang – orang yang ber itikaf  di sekitar baitullah . 20 untuk orang – orang yang melihat Ka`bah .[HR Thabrani]

_Catatan Alvers_

Sambil memandangnya, aku teringat sebuah lirik lagu:
_"Memandangmu...walau Selalu...
Tak Akan Pernah Beri...jemu Di Hatiku..."_
Tentu saja lirik ini dilagukan dengan objek yang berbeda. Karena lirik lagu tadi kali ini ditujukan ke ka'bah.

Kubus hitam satu ini memang memiliki pesona yang sungguh luar biasa. Ka’bah menjadi sentra ritual pertama dalam peradaban manusia. Allah swt berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk  tempat manusia beribadah adalah yang ada di Makkah. [QS Ali Imran: 96]

Namun demikian, dalam agama islam ia bukanlah berhala, tuhan yang disembah ataupun perantara kepada Allah sebagaimana kaum paganisme menjadikan berhala sebagai sesembahan. Allah dengan lugas dan tegas berfirman,
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
Maka sembahlah tuhan rumah ini [QS Quraysh :3]

Ka’bah adalah lambang persatuan ummat islam yang tidak dimiliki oleh ummat lain. Inilah yang menyebabkan mereka iri dan hasud atas agama islam sebagaimana Rasul saw bersabda :

Mereka (orang yahudi) iri kepada kita (orang islam) atas kiblat yang mana kita diberi petunjuk untuk menghadap kiblat sedangkan mereka sesat darinya, dan atas sholat jum’at yang mana kita diberi petunjuk untuknya sedangkan mereka sesat darinya, dan atas ucapan “amin” kita dibelakang imam. [HR Al-Baihaqi]

Memandang ka'bah adalah bernilai ibadah sebagaimana dalam hadits utama di atas yaitu orang yang memandangnya akan 20 rahmat dari Allah swt. Dan lebih dari itu memandang ka'bah adalah waktu mustajabah. Dalam hadits di sebutkan :

” تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيُسْتَجَابُ الدُّعَاءُ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاطِنَ: عِنْدَ الْتِقَاءِ الصُّفُوفِ، وَعِنْدَ نُزُولِ الْغَيْثِ، وَعِنْدَ إِقَامَةِ الصَّلَاةَ، وَعِنْدَ رُؤْيَةِ الْكَعْبَةِ “
‘pintu-pintu langit dibuka dan doa diijabah pada empat waktu: ketika bertemunya pasukan (ketika perang), ketika turun hujan, ketika shalat ditegakkan dan ketika melihat Ka’bah‘”.[HR Baihaqi]

Al-Munawi berkata: maksud saat memandang ka'bah boleh jadi pandangan pertama orang yang datang atau juga mencakup keadaan selama memandangnya, maka selama seseorang memandang ka'bah itu artinya pintu langit terbuka dan doa mustajabah. Dan maksud yang pertama adalah yang lebih dekat dengan kebenaran. [Faidlul Qadir]

Bahkan ada segolongan ulama yang menganjurkan untuk tetap melihat ka'bah ketika shalat di masjidil haram. Meskipun  menurut al-Asnawi pendapat tersebut adalah dla'if [Mughnil Muhtaj]

Dan menurut Khudaifah al-Ghifari, Ketika melihat ka'bah Rasul saw membaca doa :
اللَّهُمَّ زِدْ بَيْتَكَ هَذَا تَشْرِيفًا، وَتَعْظِيمًا، وَتَكْرِيمًا، وَبِرًّا، وَمَهَابَةً، وَزِدْمَنْ شَرَّفَهُ، وَعَظَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَعْظِيمًا، وَتَشْرِيفًا، وَتَكْرِيمًا، وَبِرًّا، وَمَهَابَةً
Ya Allah tambahilah keagungan, kebesaran, kemuliaan, dan kehormatan rumah suci-Mu ini. Dan tambahkanlah keagungan, kemuliaan, kebesaran, dan kebaikan serta kewibawaan orang yang mengagungkan dan memuliakannya di antara mereka yang datang untuk berhaji atau berumrah dengan keagungan, kemuliaan, kebesaran, dan kebaikan serta kewibawaan [HR Thabrani]

Selanjutnya ketika melihat ka'bah, kita melihat ribuan tangan melambai ke arah hajar aswad sambil mengumandangkan basmalah dan takbir. Lebih dekat lagi kita akan melihat kerumunan orang orang yang berjubel berebut untuk menciumnya.

Batu satu ini sangat istimewa lebih istimewa dari batu merah delima yang mahal harganya. Ia bukanlah batu biasa, Rasul saw menjelaskan :
نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ
Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Namun dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”. [HR. Tirmidzi]

Namun demikian, kendati hajar aswad adalah batu surga, ia tetaplah batu biasa. Ia menjadi primadona bukan karena keistimewaanya tersebut melainkan karena ittiba Nabi saw. Sahabat ‘Umar RA pernah mendatangi Hajar Aswad lantas menciumnya. Dan Ia pun berkata,
إِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ ، وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ
Aku tahu engkau hanyalah batu, tidak bisa memberikan bahaya dan tidak bisa pula mendatangkan manfaat.Sekiranya Aku tidak melihat Nabi saw menciummu, maka aku pun takkan menciummu.” [HR Bukhari]

Statement brillian dari sahabat umar ini menegasikan bahwa ka'bah adalah berhala ummat bagi islam.

Selanjutnya yang menarik dari syariat mencium hajar aswad adalah :-
فَإِنْ لَمْ يَتَمَكَّنْ مِنْ ذَلِكَ أشار بيده أو بشئ فِي يَدِهِ إلَى الِاسْتِلَامِ ثُمَّ قَبَّلَ مَا أَشَارَ بِهِ 
jika seseorang tidak bisa menciumnya maka hendaknya ia berisyarat mengusap hajar aswad dengan tangannya atau dengan sesuatu yang ada ditangannya kemudian ia menciumnya. [Al-Majmu']

Ini adalah prinsip beribadah dalam islam yang sangat indah dan jauh dari kata pemaksaan bahkan sebaliknya hal tersebut membuktikab bahwa islam itu kental dengan fleksibilitas ajarannya. Rasul saw bersabda :
وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ
dan apa yang aku perintahkan maka lakukanlah semampu kalian. [HR Bukhari Muslim]

Dan terakhir dari tulisan odoh yang kami rampungkan di masjidil haram ini adalah bahwa ritual mencium hajar aswad haruslah tetap menjaga diri untuk tidak menyakiti orang lain. Rasul saw berpesan:
يا عمر إنك رجل قوي لا تزاحم على الحجر فتؤذي الضعيف إن وجدت خلوة فاستلمه وإلا فاستقبله وهلل وكبر
Wahai umar, kau adalah lelaki yang kuat. Jangan kau berdesakan untuk mencium hajar aswad karena hal itu akan menyakiti yang lemah. Jika kau temukan kelonggaran maka sentuhlah hajar aswad itu namun jika kondisi sedang berdesakan maka hadapkan mukamu ke arahnya dan bacalah tahlil serta takbir [HR Ahmad] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk semangat beribadah layaknya berada di dekat ka'bah dengan tidak menyakiti orang lain. Semoga Allah menyampaikan kita semua ke tempat-tempat mustajabah-Nya.

_Salam Satu Hadith,_
DR.H.Fathul Bari, Malang, Ind

ONE DAY ONE HADITH
Kajian Hadits Sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat)
READY STOCK BUKU ONE DAY#1#2
Distributor : 081216742626

*UMRAH ALVERS GROUP*
Periode April 2017
💰 Biaya : *Rp.25 Jutaan*
🗓 Lama : 12 hari
📕FREE Buku One Day #2

0 komentar:

Posting Komentar