Selasa, 13 Februari 2018

HARI KASIH SAYANG




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, Rasul bersabda :
والذي نفسي بيده لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تَرَاحَمُوا » قالوا : يا رسول الله كلنا رحيم . قال : « إِنَّهُ لَيْسَ بِرَحْمَةِ أَحَدِكُمْ وَلَكِنْ رَحْمَةُ الْعَامَّةِ رَحْمَةُ الْعَامَّةِ
“Demi Allah, Sekali-kali tidaklah kalian masuk surga sehingga kalian saling mengasihi.” Wahai Rasulullah, “Semua kami pengasih,” jawab mereka. Rasulullah Berkata: “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang kepada salah seorang tertentu di antara kalian, tetapi bersifat universal, bersifat universal (untuk seluruh makhluk-Nya).” [HR Al-Hakim]

Catatan Alvers

Agama Islam adalah agama kasih sayang. Bagaimana tidak, agama ini berasal dari tuhan yang disifati sebagai ar-rahman dan ar-rahim (maha pengasih lagi maha penyayang). Maka semua kasih sayang di dunia ini adalah bersumber dari-Nya. Rasul SAW bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ مِائَةَ رَحْمَةٍ أَنْزَلَ مِنْهَا رَحْمَةً وَاحِدَةً بَيْنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالْبَهَائِمِ وَالْهَوَامِّ فَبِهَا يَتَعَاطَفُونَ وَبِهَا يَتَرَاحَمُونَ وَبِهَا تَعْطِفُ الْوَحْشُ عَلَى وَلَدِهَا وَأَخَّرَ اللَّهُ تِسْعًا وَتِسْعِينَ رَحْمَةً يَرْحَمُ بِهَا عِبَادَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Dari 100 rahmat tersebut, hanya 1 yang di turunkan Allah kepada jin, manusia, binatang jinak dan buas. Dengan rahmat tersebut mereka saling mengasihi dan menyayangi, dan dengan rahmat itu pula binatang buas dapat menyayangi anaknya. Adapun 99 rahmat Allah yang lain, maka hal itu ditangguhkan Allah karena akan diberikan kepada para hamba-Nya pada hari kiamat kelak. [HR Muslim]


Kasih sayang menjadi perhatian yang serius dalam islam sehingga dalam hadits utama di atas, kasih sayang menjadi syarat seseorang masuk surga “tidaklah kalian masuk surga sehingga kalian saling mengasihi” dengan kasih sayang yang universal yang menembus tabir suku, bahasa, warna kulit dan tentunya kasih sayang yang ikhlas tanpa pamrih. Kasih sayang bukan karena bisnis, bukan dengan keuntungan materi. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya ada di antara hamba Allah (manusia) yang mana mereka itu bukanlah para Nabi dan bukan pula para Syuhada’. Posisi Mereka di sisi Allah sangatlah diinginkan oleh para Nabi dan Syuhada’. Seorang dari sahabatnya bertanya, “Siapa gerangan mereka itu wahai Rasulullah?.” Rasulullah menjawab :
هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوا بِرُوحِ اللَّهِ عَلَى غَيْرِ أَرْحَامٍ بَيْنَهُمْ وَلَا أَمْوَالٍ يَتَعَاطَوْنَهَا
 “Mereka adalah suatu kaum yang saling saling berkasih sayang karena Allah bukan karena ada hubungan kekeluargaan dan bukan karena harta benda”[HR Abu Dawud].

Dengan demikian, Dalam Agama Islam kasih sayang merupakan bagian dari  perilaku keseharian umat Muslim dan bukan peringatan tahunan semata atau seremonial tertentu pada hari yang ditentukan. Memang ada istilah hari kasih sayang dalam islam, yaitu terdapat dalam seruan Rasulullah saat mendapat kemenangan. Rasul bersabda: "Al- yaum yaumul marhamah" ( hari ini adalah hari kasih sayang). Pernyataan Rasul ini untuk menolak teriakan Sa’ad bin ubadah kepada sufyan : “Al-Yaum Yaumul Malhamah” (hari ini adalah hari pembalasan dan pembantaian). [Fathul Bari]

Dengan demikian tidaklah sama “Yaumul Marhamah”  Hari Kasih sayang  versi Rasul SAW tersebut dengan “Hari Kasih sayang” versi Hari Valentine. Dari namanya saja, valentine bukanlah dari bagian ajaran dan sejarah islam. Dan setelah dipelajari ternyata valentine adalah berasal dari sejarah agama katolik sebagaimana terdapat dalam Ensiklopedia Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda: seorang pastor di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), seorang martir di provinsi Romawi Africa.

Terdapat satu kisah dari tiga versi tentang Valentine, Yaitu kisah Cladius II yang memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine". Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani bersama 46 kerabatnya".

Dalam The Encylopedia Britania vol. 12 sub. Judul Christiany menjelaskan “Agar lebih dapat mendekatkan lagi terhadap ajaran Kristen pada tahun 495 M. Paus Gelasius I merubah upacara Romawi Kuno, menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine Day, untuk menghormati Saint Valentine yang mati”.

Naifnya, di Indonesia ataupun negara lain, Valentine justru banyak dirayakan oleh kalangan muslim karena mereka menganggap hari itu merupakan hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa mereka mengetahui hakikat dari valentine itu sendiri sedangkan Allah SWT berfirman :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [QS Al-Isra : 36]

Jika sudah tahu demikian namun tetap bersikukuh melakukannya dengan dalil trend masakini, maka saya khawatir terhadap apa yang mereka lakukan. Rasul SAW bersabda :
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya.” Kami (Para sahabat) lantas bertanya, “Apakah yang anda maksud adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR Bukhari)
Allah SWT berfirman: Sekali-kali, tidak akan rela kaum yahudi dan nasrani kepadamu sehingga engkau mengikuti agama mereka.

Namun boleh jadi sebagian muslim yang merayakan valentine dengan tidak bermaksud mengikuti keyakinan dan ajaran mereka, hanya saja mereka merayakan karena hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya dan dilakukan dengan cara yang mubah-mubah saja misalnya suami kepada istrinya. Jika demikian maka perbuatan yang demikian sebaiknya dijauhi karena hukumnya makruh. Sayyid ‘Abdur Rahman al-Hadlrami berkata :
وإما أن يتفق له من غير قصد فيكره
Dan adakalanya (tasyabbuh dengan orang kafir) itu terjadi secara kebetulan dan tanpa adanya kesengajaan maka perbuatan ini hukumnya makruh. [Bughyah al-Mustarsyidin]

Lantas bagaimanakah sikap kita melihat hal ini? Pada dasarnya, Rasul SAW bersabda,
: من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان
 “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya (kekuasaan), jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya (mengingkari dan mendoakan hidayah), dan itulah keimanan yang paling lemah.” [HR Muslim]

Selaras hadits ini, kami  memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang telah mengeluarkan Surat Edaran tahun tertanggal 12 Pebruari 2015 perihal Edaran terkait Perayaan Hari Kasih Sayang / Valentine’s Day. Surat itu melarang adanya kegiatan perayaan Hari Kasih Sayang baik di dalam maupun diluar sekolah. Pihak sekolah juga dihimbau memberikan surat kepada orang tua/wali murid agar pada hari kasih sayang tersebut senantiasa mengawasi putra-putrinya. Alhamdulillah, tahun 2016 ini Dinas Pendidikan Kota Malang juga mengeluarkan juga mengeluarkan surat edaran serupa. 

Akhirnya, melalui tulisan odoh ini kami menghimbau agar kaum muslimin menghindari ikut-ikutan merayakan valentine baik  secara langsung maupun tidak langsung seperti menjual atribut-atributnya karena ini termasuk (at-ta’awun alal itsmi wal-udwan) (tolong menolong dalam dosa dan melanggar batasan Allah) [Lihat QS. Al Maidah: 2]. Ash-Shan’ani berkata: “Kalau memang menjual anggur pada orang lain yang diketahui akan menjadikannya khamr, maka ini diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan para ulama). Adapun jika tidak diketahui seperti ini, Al-Hadawiyah mengatakan bahwa hal ini diperbolehkan namun dinilai makruh karena ada keragu-raguan kalau anggur ini akan dijadikan khomr. Adapun jika sudah diketahui bahwa anggur tersebut akan dijadikan khamr, maka haram untuk dijual karena hal ini berarti telah saling tolong menolong dalam berbuat maksiat. [Subulus Salam] Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari menjadikan kita sebagai orang-orang yang teguh pendirian dan tidak ikut-ikut melakukan perkara yang kita tidak mengatahui hakikatnya.

Salam Satu Hadits,
DR.H.Fathul Bari. SS., M.Ag
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jawa Timur Indonesia

Artikel di atas bisa anda dapatkan versi bukunya dalam
BUKU ONE DAY ONE HADITH
sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat). SINGKAT karena  Didesain sekali duduk bisa selesai baca satu judul ::PADAT karena  Tidak bertele-tele dan  AKURAT karena disertai referensinya

ONE DAY#1 *INDAHNYA HIDUP BERSAMA RASUL SAW* ISBN : 9786027404434
ONE DAY#2 *MOTIVASI BAHAGIA DARI RASUL SAW* ISBN : 9786026037909
ONE DAY#3 *TAMAN INDAH MUSTHAFA SAW* ISBN : 9786026037923
(Pre Order) ONE DAY#4 *TAFAKKUR ZAMAN NOW*, ISBN: 978-602-60379-5-4
Bisa dapat harga promo dan kirim via tiki/JNE silahkan hub. Ust. Muadz 08121674-2626

NB. Lebih terhormat dan gentle, jika anda tidak mengedit tulisan di atas. InsyaAllah ilmu kita menjadi barokah...Hak cipta ada pada penulis buku ODOH ALVERS. Terimakasih.

0 komentar:

Posting Komentar