Minggu, 03 Juni 2018

NGAJI ALVERS BAB PUASA

Part.1
NGAJI ALVERS

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB

Diskusi bersama :
DR.H.Fathul Bari, M.Ag

بِسْــــــــمِ اللهِ الرَّ حْمَـنِ الرَّ حِيْــــمِ

كِتَابُ أَحْكَمِ الصِّيَامِ

Kitab yang menerangkan hukum-hukum berpuasa

وَهُوَ وَالصَّوَمُ مَصْدَرَانِ مَعْنَاهُمَا لُغَةً أَلْاِمْسَاكُ وَشَرْعًا إِمْسَاكُ عَنْ مُفْطِرٍ بِنِيَّةٍ مَخْصُوْصَةٍ جَمِيْعَ نَهَارٍ قَابِلٍ لِلصَّوْمِ مِنْ مُسْلِمٍ عَاقِلٍ طَاهِرٍ مِنْ حَيْضٍ وَنِفَاسٍ

Shiyam dan shoum kedua-duanya adalah masdar (isim manshub yang dalam tasrifan fi’il jatuh pada urutan ketiga : SHOOMA, YASHUUMU, SHOUMAN صام، يصوم، صوما).
Arti makna Shiyam dan Shoum menurut bahasa adalah Imsak (MENAHAN). Dan menurut istilah Syara’ yaitu menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, disertai dengan niat yang telah ditentukan, sepanjang siang hari yang sah dilakukan puasa dari seorang muslim, yang mempunyai akal, yang suci dari Haid dan nifas.


وَشَرَائِطُ وُجُوْبِ الصِّيَامِ ثَلاَثَةُ أَشْيَاءَ وَفِيْ بَعْضِ النُّسَخِ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ : اْلإِسْلَامُ وَالْبُلُوْغُ وَالعَقْلُ وَالقُدْرَةُ عَلَى الصَّوْمِ. وَهَذَا هُوَالسَّاقِطُ عَلَى نُسْخَة الثَّلاَثَةِ، فَلاَيَجِبُ اَلصَّوْمُ عَلَى الْمُتَّصِفِ بِأَضْدَادِ ذَالِكَ.

Syarat wajibnya puasa yaitu ada 3 perkara, dan menurut sebagian salinan kitab matan ditulis ada 4 perkara yaitu:
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Mampu/kuasa untuk berpuasa.
Dan yang keempat inilah (kudrot/ mampu) yang gugur dari tulisan salinan kitab yg menyebutkan bahwa syarat wajib puasa hanya ada 3 perkara. Maka tidaklah wajib bagi orang yang memiliki sifat lawan dari 4 perkara diatas.

Wallahu A'lam

ALVERS, YANG PAHAM UCAPKAN ALHAMDULILLAH, YG MASIH BINGUNG SILAHKAN LANGSUNG COMMET...ANDA JUGA BOLEH MENGOMENTARI PERTANYAAN ANGGOTA YANG LAIN..

Part.2
NGAJI ALVERS

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB

Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

وَفَرَائِضُ الصَّوْمِ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ

1. اَحَدُهَا أَلنِّيَّةُ بِالْقَلْبِ، فَأِنْ كَانَ اَلصَّوْمُ فَرْضًا كَرَمْضَانَ أَوْ نَذْرًا فَلَا بُدَّ مِنْ إِيْقَاعِ النِّيَّةِ لَيْلاً وَيَجِبُ اّلتَّعْيِيْنُ فِيْ صَوْمِ الفَرْضِ كَرَمْضَانَ وَأَكْمَلُ نِيَّةِ صَوْمِهِ أَنْ يَقُوْلَ الشَّخْصُ “نَوَيْتُ صَوْمَ غَـدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَّةِ لِلهِ تَعَالَى

Fardhu puasa itu ada 4 perkara :
Yang pertama adalah niat dalam hati. Jika puasanya berupa fardhu seperti puasa Romadhon atau puasa Nadzar maka harus melakukan niat pada malamnya. Dan wajib menentukan puasa fardhu seperti puasa romadhon.
Sedangkan kesempuraan niat puasa Romadhon “Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa`I fardhi syahri ramadhoni haadzihis-sanati lillahi ta’ala” saya niat berpuasa hari esok sebagai kewajiban puasa bulan Romadhon tahun ini lillahi ta’ala.

2. وَالثَّانِى اَلْإِمْسَاكُ عَنِ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ وَإِنْ قَلَّ اَلْمَأْ كُوْلُ وَالْمَشْرَبُ عِنْدَ التَّعَمُّدِ فَأِنْ اَكَلَ نَاسِيًا اَوْ جَاهِلًا لَمْفْطِرْ اِنْ كَانَ قَرِيْبَ عَهْدٍ بِالْإِسْلَامِ أَوْنَشَأَ بَعِيْدًا عَنِ الْعُلَمَآءِ وَأِلّاَ اَفْطَرَ

Yang kedua yaitu menahan diri dari makan dan minum meskipun hanya sedikit sesuatu yang dimakan atau diminum jika disengaja. Jika makan dan minum karena lupa atau jahil (tidak tahu hal tsb membatalkan) maka hal tersebut tidak membatalkan puasanya jika orang tersebut masih awam dalam agama islam atau baru masuk islam ataupun juga karena orang tersebut jauh dari ulama (sehingga tidak mengetahuinya). Jika ia tdk lupa dan iapun tahu hukumnya maka batallah puasa karena makan dan minumnya...

Bersambung....
Wallahu A'lam

ALVERS, YANG PAHAM UCAPKAN ALHAMDULILLAH, YG MASIH BINGUNG SILAHKAN LANGSUNG COMMET...ANDA JUGA BOLEH MENGOMENTARI PERTANYAAN ANGGOTA YANG LAIN...

Part.3
NGAJI ALVERS

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB

Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

3. والثَّالِثُ الْجِمَاعُ عَامِدًا، وَأَمَّالْجِمَاعُ نَاسِيًا فَكَالْاَكْلِ نَاسِيًا

Fardhu puasa yang ketiga yaitu menahan diri dari Jima’ (bersetubuh) dg disengaja (siang hari), adapun Jima’ karena lupa (sedang berpuasa) maka hukumnya sama seperti lupa makan dan minum saat berpuasa (yakni tidak batal)

4. وَالرَّابِعُ تَعَمَّد ُالْقَيْءِ فَلَوْ غَلَبَهُ اَلْقَيْءِ ل

DR.H.Fathul Bari, [03.06.18 10:35]
َمْ يَبْطُلْ صَوْمُهُ

Fardhu puasa yang keempat yaitu menahan dari muntah yang disengaja, maka seandainya muntah terjadi bukan disengaja maka tidaklah batal puasanya.

Bersambung....
Wallahu A'lam

ALVERS, YANG PAHAM UCAPKAN ALHAMDULILLAH, YG MASIH BINGUNG SILAHKAN LANGSUNG COMMET...ANDA JUGA BOLEH MENGOMENTARI PERTANYAAN ANGGOTA YANG LAIN...

Part.4
NGAJI ALVERS

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
PASAL 10 PERKARA YG MEMBATALKAN PUASA

Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

وَالّذِيْ يفطر بِهِ اَلصَّائِمُ عَشَرَةُ اَشْيَآءَ

yang membatalkan puasa itu ada 10 perkara :

1-2اَحَدُ هَا وَثَانيِهَا مَا وَصَلَ عَمْدًا إِلىَ الْجَوْفِ اَلْمُنْفَتِحِ أَوْغَيْرِالْمُنْفَتِحِ كَالْوُصُوْلِ مِنْ مَأْمُوْمَةٍ إِلىَ الْرَأْسِ وَالْمُرَادُ اِمْسَاكُ صَأئِمِ عَنْ وُصُوْلِ عَيْنٍ اِلَى مَايُسَمَّى جَوْفًا

Yang pertama dan yang kedua yaitu sesuatu yang dilakukan dg sengaja masuk ke jauf (rongga)
baik yg terbuka asli (yang tembus ke bagian dalam tubuh seperti mulut, hidung, telinga dan lain-lain)
maupun yang aslinya tidak terbuka seperti lubang baru karena suatu kecelakaan/operasi dan tembus ke dalam kepala.
Maksudnya adalah orang yang berpuasa harus mencegah masuknya sesuatu (benda) ke dalam jauf (rongga).

3.وَالثّالِثُ اَلْحُقْنَةُ فِيْ اَجَدِالسَّبِيْلَيْنِ وَهِيَ دَوَاءٌ يَحْقُنُ بِهِ الْمَرِيْضُ فِيْ قُبُلٍ اَوْدُبُرٍ اَلْمُعَبَّرِعَنْهُمَا فِى الْمَتْنِ بِالسَّبِيْلَيْنِ

Dan pembatal yang ketiga yaitu memasukan obat pada salah satu dari 2 lubang kemaluan, yaitu memasukan obat melalui lubang kubul (lubang kencing) atau dubur (lubang anus) bagi org sakit ( semisal ambeien dll).
kubul dan dubur inilah yg dimaksud dgn lafadz sabilaini السَّبِيْلَيْنِ pada kitab matan (taqrib).

Bersambung....
Wallahu A'lam

ALVERS, YANG PAHAM UCAPKAN ALHAMDULILLAH, YG MASIH BINGUNG SILAHKAN LANGSUNG COMMET...ANDA JUGA BOLEH MENGOMENTARI PERTANYAAN ANGGOTA YANG LAIN..

Part.5
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB

Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

PASAL: 10 PEMBATAL PUASA

وَالرَّابِعُ اَلْقَيْءُ عَمْدًا فَإِنْ لَمْ يَعْتَمِدْ لَمْ يَبْطُلْ صَوْمُهُ كَمَا سَبَقَ 4.

4. muntah dg disengaja, maka seandainya tidak disengaja tidaklah batal puasanya seperti keterangan yg lalu.

وَالْخَامِسُ اَلْوَطْءُ عَمْدًا فِى الْفَرْجِ ، فَلاَ يَفْطُرُ اَلصَّائِمُ بِالْجِمَاعِ نَاسِيًا كَمَا سَبَقَ 5.

5. wathi (bersetubuh) dg disengaja pada farji, maka tidaklah batal orang yang berpuasa sebab bersetubuh karena lupa seperti perkara yang sudah dituturkan sbelumnya.

6.وَالسَّادِسُ اَلْاِنْزَالُ ، وَهُوَ خُرُجُ الْمَنِيِّ عَنْ مُبَاشَرَةٍ بِلاَ جِمَاعٍ مُحَرَّمًا كَإِخْرَاجِهِ بِيَدِّهِ أَوْ غَيْرَ مُحَرَّمٍ كَإِخْرَاجِهِ بِيَدِّ زَوْجَتِهِ أَوْجَارِيَتِهِ بِمُبَاشَرَةٍ عَنْ خُرُوجِ المَنِيِّ بِاحْتِلَاَمٍ فَلَا إِفْـطَارَبِهِ جَزْمًا

6. inzal yaitu keluarnya sperma karena bersentuhan kulit tanpa jima’ ; baik yg hukumnya haram seperti melakukan onani sendiri , atau yg hukumnya tdk haram seperti onani dengan tangan istrinya.
Maka jika keluarnya sperma bukan karena bersentuhan kulit (rangsangan) seperti disebabkan mimpi, maka tidaklah batal puasanya.

وَالسَّابِعُ إِلَى آخِرِ الْعَشَرَةِ : أَلْحَيْضُ، وَالنِّفَاسُ، وَالْجُنُوْنُ، وَالرِّدَّةُ. 7-10

7.Haidh 8. Nifas 9. Gila 10. Murtad.

فَمَتَى طَرَءَ شَيْءٌ مِنْهَا فِيْ اَثْنَاءِالصَّوْمِ ابطله

Maka kapan saja terjadi salah satu dari 10 perkara tsb saat puasa maka batal lah puasanya.

Bersambung....
Wallahu A'lam

ALVERS, YANG PAHAM UCAPKAN ALHAMDULILLAH, YG MASIH BINGUNG SILAHKAN LANGSUNG COMMET...ANDA JUGA BOLEH MENGOMENTARI PERTANYAAN ANGGOTA YANG LAIN...

Part.6
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
PASAL: Kesunnahan dalam puasa

Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

وَيُسْتَحَبُّ فِى الصَّوْمِ ثَلَاثَةُ أَشْيَآءَ :

Dan disunnahkan saat berpuasa 3 perkara :

أَحَدُهَا تَعْجِلُ الْفِطْرِ إِنْ تَحَقَّقَ اَلصَّائِمُ غُـرُبَ الشَّمْسِ، فَإِنْ شَكَّ فَلاَ يُعَجِّلُ الْفِطْرَ وَيُسَنُّ اَنْ يُفْطِرَ عَلَى تَمَرٍ وَاِلَّا فَمَاءٍ

1. menyegerakan berbuka, jika jelas dan yakin akan terbenamnya matahari (maghrib/waktu berbuka). Jika masih ragu maka tidak boleh menyegerakan berbuka puasa

DR.H.Fathul Bari, [03.06.18 10:35]
. Disunnahkan juga berbuka puasa dengan kurma, jika tak ada kurma maka dengan air putih.

وَالثَّانِى تَأْخِيْرُالسَّحُوْرِ مَالَمْ يَقَعْ فِىْ شَكٍّ وَيَحْصُلُ السَّحُوْرُ بِقَلِيْلِ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ

2. mengakhirkan sahur selama tak ada keraguan (datangnya waktu subuh) dan telah dihukumi sah sahurnya meski dengan sedikit makan dan minum.

Alvers, ucapkan alhamdulillah jika sudah jelas..jika masih remang remang maka bisa minta penerangan...(bagian PLN) hehe...

Bersambung InsyaAllah...

Part.7
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
PASAL: Kesunnahan dalam puasa (2)
Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

وَالثَّالِثُ تَرْكُ الْهُجْرِ اَيْ الْفُخْشِ مِنَ الْكَلَاَمِ الْفَاخِشِ فَيَصُوْنُ اَلصَّائِمُ لِسَانهُ عَنِ الْكَذِبِ وَالْغِيْبَةِ وَنَحْوِ ذَالِكَ كَالشَّتْمِ وَإِنْ شَتَمَهُ اَحَدٌ فَلْيَقُلْ مَرَّتَيْنِ اَوْ ثَلَاثًا إِنِّىْ صَائِمٌ إِمَّا بِلِسَانِهِ كَمَا قَالَ النَّوَوِيُّ فِيْ الْاَذْكَارِ اَوْ بِقَلْبِهِ كَمَا نَقَلَهُ اَلرَّفِعِيُّ عَنِ الْأَئِمَّةِ وَاقْتَصَرَ عَلَيْهِ

Sunnah puasa yg ke 3. meninggalkan perkataan kotor. Maka hendaklah orang yang berpuasa menjaga lisannya dari perkataan bohong, ghibah (gosip) dll. seperti mengumpat. Dan jika ada seseorang yang mengumpat padanya maka hendaklah ia berkata 2 atau 3 kali dengan ucapan “ innii sho`imun” (sesungguhnya saya sedang berpuasa). Boleh dg lisan seperti pendapat Al Imam nawawi rahimahullah pada kitab Al Adzkar atau dengan hatinya sebagaimana pendapat Al Imam Rofi’i dari para Imam.

ALVERS, YANG PAHAM UCAPKAN ALHAMDULILLAH, YG MASIH BINGUNG SILAHKAN LANGSUNG COMMET...ANDA JUGA BOLEH MENGOMENTARI PERTANYAAN ANGGOTA YANG LAIN...

Salam Satu Hadits

Part.8
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
PASAL: Puasa yang terlarang
Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

وَيَحْرُمُ صِيَامُ خَمْسَةِ اَيَّامٍ : اَلْعِيْدَانِ اَيْ صَوْمُ يَوْمِ عِيْدِالْفِطْرِ وَعِيْدِالْأَضْحَى وَاَيَّامِ التَّشْرِيْقِ وَهِيَ اَلثَّلَاثَةُ اَلَّتِيْ بَعْدَيَوْمِ النَحْرِ

Diharamkan berpuasa pada 5 hari :
yang pertama dan kedua yaitu pada hari raya ‘idul fithri dan hari raya ‘idul adh-ha dan pada hari Tasyrik yaitu 3 hari setelah idul kurban.

وَيَكْرَهُ تَحْرِيْمًا صَوْمُ يَوْمِ الشَّكِّ بِلَاسَبَبٍ يَقْتَضِيْ صَوْمَهُ وَاَشَارَالْمُصَنِّفُ لِبَعْضِ صُوَرِ هَاذَاالسَّبَبِ بِقَوْلِهِ اِلَّا اَنْ يُوَافِقَ عَادَةٌلَهُ فِيْ تَطَوُّعِهِ كَمَنْ عَادَتُهُ صِيَامُ يَوْمٍ وَإِفْطَارُ يَوْمٍ فَوَافَقَ صَوْمُهُ يَوْمَ الشَّكِّ وَلَهُ صِيَامُ يَوْمِ الشَّكِّ اَيْضًا عَنْ قَضَاءٍ وَنَذَرٍ. وَيَوْمُ الشَّكِ هُوَ يَوْمُ الثَّلاَثِيْنَ مِنْ شَعْبَانَ اِذْ لَمْ يَرَ اَلْهِلاَلُ لَيْلَتَهَا مِنَ الصَّحْوِ اَوْتَحَدَّثَ النَّاسُ بِرُؤْيَتِهِ وَلَمْ يَعْلَمْ عَدْلٌ رَوَاهُ اَوْشَهِدَ بِرُؤْيَتِهِ صِبْيَانٌ اَوْعَبِيْدٌ اَوْفَسَقَهُ.

Dan diharamkan (makruh tahrim) berpuasa pada yaumus syak tanpa ada sebab, Yaitu:
1. adanya kebiasaan orang tersebut melakukan puasa sunnah, seperti kebiasaan puasa daud jika bertepatan dengan yaumus syak, maka boleh bagi orang tersebut berpuasa pada hari itu,
2. puasanya berupa qodho dan puasa nadzar.

YAUMUS SYAK
artinya : hari yang meragukan (sdh masuk ramadhan apa belum) maksudnya adalah hari ke 30 dibulan sya’ban
1. jika TIDAK TERLIHAT Hilal pada malam harinya padahal cuacanya terang (tak ada awan) sedang ada kabar orang yang telah melihat hilal akan tetapi tidak diketahui orang tsb adil atau tidaknya.
2. atau hilal terlihat oleh anak kecil, hamba sahaya atau orang fasiq. (Orang2 yg tertolak persaksiannya).

Keterangan :
Perbedaan MAKRUH TAHRIM dengan HARAM

والفرق بين كراهة التحريم والحرام مع أن كلا يقتضي الإثم أن كراهة التحريم ما ثبتت بدليل يحتمل التأويل والحرام ما ثبت بدليل قطعي لا يحتمل التأويل من كتاب أو سنة أو إجماع أو قياس

Perbedaan antara makruh tahrim dan Haram yang kedua-duanya berakibat dosa
Makruh Tahrim : Ketetapan hukum yang berdasarkan dalil yang masih memungkinkan dita’wil (ditafsiiri)
Haram : Ketetapan hukum yang berdasarkan dalil yang tidak dapat lagi dita’wili baik berdasarkan alQuran, Hadits, Ijma ataupun Qiyas.
I’aanah at-Tholibiin I/121

Alvers, ucapkan alhamdulillah jika sudah jelas..jika masih remang remang maka bisa

DR.H.Fathul Bari, [03.06.18 10:35]
minta penerangan...(bagian pln) hehe..

🇦 🇱 🇻 🇪 🇷 🇸:
Part.9
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
PASAL: *KIFARAT PUASA*
Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

وَمَنْ وَطِئَ فِيْ نَهَارِرَمْضَانَ حَالَ كَوْنِهِ عَامِدًا فِيْ الْفَرِجِ وَهُوَ مُكَلَّفٌ بِالصَّوْمِ وَنَوَى مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ اَثِمٌ بِهَذَالْوَطْئِ لِاَجْلِ الصَّوْمِ، فعَلَيْهِ اَلْقَضَآءُ وَالْكِفَارَةُ

Barang siapa yang melakukan persetubuhan di siang hari bulan romadhon dg disengaja pada farji sedangkan ia diwajibkan berpuasa serta telah berniat pada malam harinya dan ia berdosa disebabkan melakukan persetubuhan karena (melanggar) kemuliaan puasa, maka WAJIB baginya mengqodho puasa dan membayar kifarat.

وَهِيَ عِتْقُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَفِيْ بَعْضِ النُّسَخِ سَلِيْمَةٍ مِنَ الْعُيُوْبِ اَلمُضِرَّةِ بِالْعَمَلِ وَالْكَسْبِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْهَا فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ صَوْمَهُمَا فَإِطْعَامُ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًا اَوْ فَقِيْرًا لِكُلِّ مِسْكِيْنٍ مُدٌّ اَيْ مِمَّا يُجْزِءُ فِيْ صَدَقَةِ الْفِطْر

Maksud kifarat disini yaitu
1. memerdekakan hamba sahaya (budak) mukmin. Dan menurut sebagian versi cetakan kitab : yang selamat dari ‘aib yang mengganggu amal dan pekerjaan.
2. Jika ia tidak kuasa, maka wajib baginya berpuasa 2 bulan berturut-turut,
3. jika tidak kuasa maka wajib memberi makan kepada 60 orang miskin atau orang faqir tiap  1 mud (675 gram) dari makanan pokok yg dikeluarkan pada zakat fitrah.

ِ فَإِنْ عَجَزَ عَنِ الْجَمِيْعِ اِسْتَقَرَّتْ اَلْكِفَارَةُ فِيْ ذِمَّتِهِ فَإِذَا قَـدَرَ بَعْدَ ذَلِكَ عَلَى خَصْلَةٍ مِنْ خِصَالِ الْكَفَارَةِ فَعَلَهَا.
Jika ia tak kuasa membayar smua tiga hal diatas itu MAKA kifarat menjadi tanggungan orang tersebut dan jika setelah itu, ia kuasa melakukan salah satu dari 3 kifarat diatas maka lakukanlah kifarat tersebut.

Alvers, ucapkan alhmmdulillah jika sudah jelas..jika masih remang remang maka bisa minta penerangan...(bagian pln) hehe...

Part.10
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
PASAL: *QODLO PUASA ORANG MENINGGAL*
Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

وَمَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ فَائتٌ مِنْ رَمَضَانَ بِعُذْرٍ كَمَنْ اَفْطَرَ فِيْهِ لِمَرَضٍ وَلَمْ يَتَمَكَّنْ مِنْ قَضَآءِهِ كَأَنِ اسْتَمَرَّ مَرَضُهُ حَتَّى مَاتَ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ فِيْ هَذَا الْفَائِتِ وَلاَ تُدَارَك لَهُ بِالْفِدْيَةِ،

Org mati yg punya tanggungan puasa ramadhon karena udzur seperti disebabkan sakit dan tak bisa mengqodho'inya seperti kondisi sakit yg terus menerus diderita hingga ia mati maka tak ada dosa baginya dan puasa yg tertinggal dari almarhum tidak perlu diganti dg bayar Fidyah.

وَإِنْ فَاتَ بِغَيْرِ عُذْرٍ وَمَاتَ قَبْلَ التَّمَكُّنِ مِنْ قَضَآءِهِ اَطْعَمَ عَلَيْهِ اَيْ اَخْرَجَ الْوَلِيُّ عَنِ الْمَيِّتِ مِنْ تِرْكَتِهِ لِكُلِّ يَوْمٍ فَاتَ مُدُّ طَعَامٍ وَهُوَ رِطْلٌ وَثُلُثٌ بِالْبَغْدّادِيِّ وَهُوَ بِالْكَيْلِ نِصْفُ قَدْحٍ مِصْرِيْ وَمَا ذَكَرَهُ الْمُصَنِّفُ هُوَ الْقَوْلُ الْجَدِيْدُ

Jika ia meninggalkan puasa tanpa ‘udzur dan ia meninggal sebelum sempat mengqodho'i puasa yang ditinggalkan, maka sebagai gantinya; hendaklah wali (keluarga almarhum) memberi makanan dari sejumlah hari puasa yang telah ditinggalkan sebesar 1 mud makanan pokok/hari. 1 mud = 675 gram.
Perkara yang telah disebutkan oleh mushonnif (pengarang kitab) di atas adalah qoul jadid (imam syafi’i)

وَالْقَدِيْمُ لاَ يَتَعَيَّنُ اَلْإِطْعَامُ، بَلْ يَجُوْزُ لِلْوَ لِيِّ اَيْضًا اَنْ يَصُوْمَ عَنْهُ بَلْ يُسَنُّ لَهُ ذَالِكَ كَمَا فَيْ شَرْحِ الْمُهَذَّبِ وَصَوَّبَ فِيْ الرَّوْضَةِ اَلْجَزْمَ بِالْقَدِيْمِ.

Menurut pendapat qaul qadim; hukum di atas tidak tertentu kepada membayar makanan pokok saja akan tetapi ada alternatif lain yaitu wali boleh mengganti puasa almarhum dg cara berpuasa (mengqodho sejumlah puasanya), bahkan hal itulah yg disunnahkan sebagaimana keterangan kitab Syarah Al Muhadzdzab dan pendapat qaul qadim tsb dibenarkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Ar-Raudhoh.

Alvers, ucapkan alhamdulillah jika anda paham..jika masih belum paham dan ada persoalan lain terkait pengembangan materi di atas maka anda boleh langsung share dan anggota lain silahkan bantu

DR.H.Fathul Bari, [03.06.18 10:35]
memberikan pendapatnya...sumonggo...

--------
KETERANGAN TAMBAHAN

_Qaul qadim, Qaul artinya pendapat. qadim artinya lama. Sebaliknya qaul jadid yg berarti pendapat yg baru._

_Qaul qadim adalah pendapat As Syafi’i yang pertama kali di fatwakan ketika beliau tinggal di Baghdad (Th. 195 H.) , setelah beliau diberi wewenang untuk berfatwa oleh gurunya, yaitu Syeh Muslim bin Kholid (seorang ulama besar yang menjadi mufti di mekah) dan Imam Malik (Pendiri mazhab Maliki dan yang pertama kali mempunyai inisiatif untuk mengumpulkan hadits dalam kitab sunah)._

_Imam syafi'i pindah ke mesir pada tahun 198 H dg usia saat itu kurang lebih 48 tahun dan berada disana selama 5 tahun. Disinilah Imam Syafi'ie ra meninjau kembali fatwa-fatwa yang dikeluarkan beliau saat di baghdad. Ada yang diantaranya ditetapkan dan ada pula yang direvisi bahkan di mansukhnya.Karena itulah timbul istilah Qoul Qodim dan Qoul Jadid. Qoul Qodim adalah yang di fatwakan di baghdad dan Qoul Qodim dimesir._

_Menurut Al Asnawi, qaul qadim merupakan madzhab diluar madzhab Syafi’i dikarenakan kedudukan qaul qadim sudah dihapus (mansukh) oleh qaul jadid, terbukti Imam Syafi’i melarang para muridnya untuk meriwayatkan qaul qadim dan tulisan-tulisan beliau yang terdapat kitab Al Hujjah yang tidak sesuai dengan qaul jadid dihapus dengan menggunakan air (ket. Hamisy Fatawi Al Kurdi)._
_Meskipun qaul qadim yang telah dicabut ini sebagai pendapat diluar madzhab, namun ada sebagian qaul yang boleh digunakan karena dianggap Rajjih Addilahnya (kuat dalil-dalilnya) menurut penelitian ulama._ _Diantaranya adalah masalah yg disebutkan pada materi ke 10 pembahasan kita mengenai kesunnahan puasa sebagai ganti puasa yg ditinggalkan oleh kerabat yang wafat._

Part. 11
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
PASAL: *PUASA MANULA DLL*
Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

وَالشَّيْخُ وَالْعَجُوْزُ وَالْمَرِيْضُ اَلَّذِيْ لَا يُرْجَى بَرْؤُهُ اِذَا عَجَزَ كُلٌّ مِنْهُمْ عَنِ الصَّوَمِ يُفْطِرُ وَيُطْعِمُ عَنْ كُلَّ يَوْمٍ مُدًّا

Adapun org tua (syeikh: usia 40 thn ke atas), org berusia lanjut, dan orang sakit yang tidak ada harapan sembuh (secara medis) jika mereka tidak kuat puasa maka :
1. Diperbolehkan tidak puasa ramadhan
2. Mengganti puasanya dg membayar 1 mud/harinya.

وَلَا يجوز تَعْجيِلُ الْمُدِّ قَبْلَ رَمَضَانٍ وَيَجُوْزُ بَعْدَ فَجْرِكُلِّ يَوْمٍ.

TIDAK BOLEH : membayar fidyah sebelum masuk bulan romadhon, dan
BOLEH: Membayar fidyah setelah terbitnya fajar (subuh) setiap harinya. (Untuk mengganti puasa hari itu)

وَالْحَامِلُ وَالْمُرْضِعُ اِنْ خَفَتَا عَلَى اَنْفُسِهِمَا ضَرَرًا يَلْحَقُهُمَا بِالصَّوْمِ لِضَرَرِالْمَرِيْضِ اَفْطَرَتَا وَجَبَ عَلَيْهِمَا اَلْقَضَآءُ وَاِنْ خَافَتَا عَلَى اَوْلاَدِهِمَا اَيْ اِسْقَاطِ الْوَلَدِ فِيْ الْحَامِلِ وَقِلَّةِ اللَّبَنِ فِيْ الْمُرْضِعِ اَفْطَرَتَا وَجَبَ عَلَيْهِمَا قَضَآءُ لِلْإِفْطَارِ وَالْكَفَارَةُ اَيْضًا وَالْكَفَارَةُ اَنْ يَخْرُجَ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مُدٌّ وَهُوَ كَمَا سَبَقَ رِطْلٌ وَثُلُثٌ بِالْعِرَقِيِّ وَيُعَبَّرُ عَنْهُ بِالْبَغْدّادِيِّ.

Sedangkan ibu hamil dan / menyusui BOLEH (bahkan wajib) TIDAK PUASA DI BULAN RAMADHAN jika ia khawatir puasa membuatnya jatuh sakit dg konsekwensi menggantinya di lain hari.
Adapun jika ia khawatir puasa dapat membahayakan kondisi janin/anaknya seperti khawatir keguguran dan minimnya ASI, maka ia boleh berbuka serta wajib baginya QODLO' dan membayar KIFARAT tiap harinya 1 mud (675 gram).

Alvers, ucapkan alhamdulillaah jika anda paham dan jika belum, silakan langsung diskusi...tafaddhal....

Part. 12
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
PASAL: Sekilas Puasa Sunnah
Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

ﻭﺳﻜﺖ اﻟﻤﺼﻨﻒ ﻋﻦ ﺻﻮﻡ اﻟﺘﻄﻮﻉ، ﻭﻫﻮ ﻣﺬﻛﻮﺭ ﻓﻲ اﻟﻤﻄﻮﻻﺕ، ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﻭﻋﺎﺷﻮﺭاء ﻭﺗﺎﺳﻮﻋﺎ ﻭﺃﻳﺎﻡ اﻟﺒﻴﺾ ﻭﺳﺘﺔ ﻣﻦ ﺷﻮاﻝ.

Pengarang tidak menyinggung masalah puasa sunnah karena masalah itu dibahas dalam kitab- kitab besar yang memiliki keterangan panjang lebar. Dan diantara puasa sunnah yaitu puasa hari arafah (9 dzul hijjah),
asyura (10 muharram),
tasu'a (9 muharam),
ayyamul bidl (13-15 tiap bulan) dan
6 hari pd bulan syawal.

CATATAN
Haram bagi istri berpuasa su

DR.H.Fathul Bari, [03.06.18 10:35]
nnah tanpa ijin suami JIKA suami sedang ada di rumah
Makruh berpuasa pada hari jumat saja/ sabtu saja/ ahad saja tanpa puasa pada hari sebelum atau sesudahnya
Sunnah puasa RABO sebagai wujud rasa syukur atas keselamatan ummat ini karena kaum terdahulu dibinasakan pada hari itu
Sunnah berpuasa dihari dimana tidak memiliki makanan pada hari tsb.
Puasa ayyamul bidl sebaiknya dimuali tgl 12nya untuk lebih hati2nya.
Sunnah puasa Ayyamus sud, tgl 28 dan 2 hari setelahnya, sebaiknya ditambah tgl 27 untuk ihtiyath (hati2).
Puasa syawal yang TERBAIK adalah mulai tanggal 2 syawal dst. bersambung tidak putus2.
---------------

Alhamdulillah
Wallahu A'lam

Part.13
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
Pasal : I'tikaf

Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

(فصل): في أحكام الاعتكاف وهو لغة الإقامة على الشيء من خير أو شر، وشرعاً إقامة بمسجد بصفة مخصوصة (والاعتكاف سنة مستحبة) في كل وقت وهو في العشر الأواخر من رمضان أفضل منه في غيره لأجل طلب ليلة القدر، وهي عند الشافعي رضي الله عنه منحصرة في العشر الأخير من رمضان، فكل ليلة منه محتملة لها، لكن ليالي الوتر أرجاها وأرجى ليالي الوتر ليلة الحادي أو الثالث والعشرين.

Pasal ini menerangkan tentang hukum i’tikaf. i’tikaf secara etimologi berarti menetapi suatu pekerjaan ; baik atau buruk. Dan i’tikaf secaraterminologi adalah berdiam diri di masjid dengan cara tertentu. i’tikaf hukumnya sunnah, dilakukan setiap waktu (kapanpun) dan beri’tikaf di 10 hari terakhir bulan ramadhan itu lebih afdhal dari waktu lainnya karena memburu lailatul qadar. Menurut imama syafi’i, lailatul qadar terbatas pada 10 hari terakhir bulan ramadhan sehingga setiap malam dari 10 terakhir itu kemungkinan adalaha lailatul qadar namun malam-malam ganjil lebih besar kemungkinannya, terlebih lagi malam 21 atau malam 23.

Bersambung...
InsyaAllah.
Wallahu A'lam

Part.14
*NGAJI ALVERS*

BAB PUASA
KITAB FATHUL QARIB
Pasal : I'tikaf (2)

Diskusi bersama :
ONE DAY ONE HADITH GROUPS

(وله) أي للاعتكاف المذكور (شرطان) أحدهما (النية) وينوي في الاعتكاف المنذور الفرضية (و) الثاني (اللبث في المسجد) ولا يكفي في اللبث قدر الطمأنينة بل الزيادة عليه بحيث يسمى ذلك اللبث عكوفاً.

Dan i'tikaf itu mempunyai 2 syarat, yaitu pertama niat, Jika i’tikaf berupa i’tikaf yang di nadzari maka sebutkanlah kefardluannya (seperti aku niat i’tikaf wajib lillahi ta’la).
dan kedua adalah berdiam di masjid. Tidak cukup berdiam hanya sekedar tumakninah akan tetapi haruslah melebihinya sekiranya berdiam tersebut dinamakan menetapi satu tempat.

وشرط المعتكف : إسلام وعقل ونقاء عن حيض أو نفاس وجنابة فلا يصح اعتكاف كافر ومجنون وحائض ونفساء وجنب ولو ارتد المعتكف أو سكر بطل اعتكافه

Syarat orang yang beri’tikaf adalah islam, berakal, suci dari haidh atau nifas dan junub. Maka tidak sah i’tikafnya orang kafir, orang gila, wanita haidh, nifas dan junub. Jika orang yang beri’tikaf itu murtad (keluar dari islam) atau mabok maka i’tikafnya batal.

(ولا يخرج) المعتكف (من الاعتكاف المنذور إلا لحاجة الإنسان) من بول وغائط وما في معناهما كغسل جنابة (أو عذر من حيض) أو نفاس فتخرج المرأة من المسجد لأجلهما (أو) عذر من (مرض لا يمكن المقام معه) في المسجد بأن كان يحتاج لفرش وخادم وطبيب أو يخاف تلويث المسجد كإسهال وإدرار بول


Seseorang yang beri’tikaf tidak boleh keluar dari (masjid ketika menjalankan) i'tikaf yang dinazari kecuali untuk keperluan manusia seperti kencing berak dan lainnya seperti mandi jinabat atau karena terhalang oleh haid, nifas maka boleh keluar dari masjid. atau karena sakit yang tak memungkinkan orang berdiam di masjid karena membutuhkan kasur, pembantu, dokter atau khawatir mengotori masjid seperti diare atau beser.


وخرج بقول المصنف لا يمكن الخ بالمرض الخفيف كحمى خفيفة، فلا يجوز الخروج من المسجد بسببها (ويبطل) الاعتكاف (بالوطء) مختاراً ذاكراً للاعتكاف عالماً بالتحريم. وأما مباشرة المعتكف بشهوة فتبطل اعتكافه إن أنزل وإلا فلا.
Dikecualikan sakit ringan seperti sakit demam ringan maka tidak boleh keluar masjid. Dan batallah i'tikaf itu sebab persetubuhan (hubungan intim) yang dilakukan oleh orang yang tidak terpaksa, lagi sadar kalau dirinya sedang i’tikaf dan mengetahui bahwa hal tersebut diharamkan. Adapun bersentuhan kulit dengan diser

0 komentar:

Posting Komentar