Sabtu, 14 Maret 2020

DARURAT CORONA?



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
و فِرَّ مِنَ المجذومِ كما تَفِرُّ مِنَ الأسدِ
Dan larilah dari penyakit kusta (yang menular) sebagaimana engkau lari dari singa. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Hingga kini (12/3), virus corona SARS-CoV-2 terus menyebar ke 121 negara dari total 193 negara yang diakui PBB. Dengan jumlah 125.851 orang terinfeksi, 4.615 orang meninggal dan 67.003 sembuh. Di Indonesia sendiri telah diumumkan sebanyak 34 orang positif terinfeksi corona. [kompas com]

Guna mencegah meluasnya penyebaran virus corona, PemProv DKI Jakarta resmi meliburkan sekolah selama dua minggu dan mengganti dengan belajar jarak jauh serta mengundur ujian nasional dan ujian sekolah hingga waktu yang belum ditentukan. [kompas tv] dan menutup 21 tempat wisata. [travel kompas com]


Amerika membatalkan pengajaran langsung di semua Universitas dan pindah ke pengajaran online. Italia menutup semua toko, salon kecantikan, bar dan restoran. Terkecuali supermarket, toko makanan, dan apotek. [kompas com] Kuwait menutup segala aktivitas ibadah dan sosial yang biasa diadakan masjid sehari-hari termasuk jumatan. Di samping itu, menyediakan libur nasional sebanyak dua pekan, menutup pusat kebugaran, taman umum, dan pasar Jumat. Restoran dan kedai kopi hanya diperbolehkan untuk beroperasi pada layanan pengiriman. [republika co id]

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Pada hari Jumat waktu setempat mendeklarasikan Darurat Nasional Corona sebagai respons dari cepatnya penyebaran virus corona COVID-19 di AS. (14/3/2020) [CNBC Indonesia] Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyurati Presiden Joko Widodo untuk mendeklarasikan darurat nasional virus corona (10/3) [nasional kompas com]

Di tengah kepanikan dunia, Lantas Apa yang harus kita lakukan? Sebagai orang yang beriman kita harus tetap pada kondisi yang terbaik sebagaiman sabda Nabi SAW :
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنْ أَمَرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءٌ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءٌ صَبَرَ فَكاَنَ خَيْرًا لَهُ
Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin, semua urusannya itu baik bainya, dan itu tidak lain hanya bagi seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan dia bersyukur, dan itu baik baginya, dan apabila mendapat kesulitan dia bersabar dan itu baik baginya” [HR Muslim]

Maka kita harus tetap tenang dan tidak panik karena wabah menular dan mematikan bukan hanya terjadi sekarang namun sudah terjadi sejak zaman dahulu. Dalam bahasa Nabi disebut thaun. Khalil Bin Ahmad berkata :
أن الطاعون هو الوباء
Sesungguhnya Thaun itu adalah wabah [Fathul Bari]
Dalam KBBI wabah didefinisikan sebagai penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yang luas (seperti wabah cacar, disentri, kolera); epidemi; [kbbi]

Maka Wabah semacam ini sudah ada dan kita tiru  bagaimana Rasul melihatnya. Sayyidah 'Aisyah RA, pernah bertanya tentang masalah tha'un lalu beliau memberitahukan bahwa :
أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ
Ia adalah sejenis siksa yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki dan sesungguhnya Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum muslimin dan tidak ada seorangpun yang menderita tha'un lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dengan sabar dan mengharapkan pahala dan mengetahui bahwa dia tidak terkena musibah melainkan karena Allah telah mentaqdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid. [HR Bukhari]

Rasul SAW juga bersabda :
لَا عَدْوَى
Tidak ada penyakit menular [HR Bukhari]
Mendengar hadits ini, seorang arab Badui berkata; "Wahai Rasulullah, lalu bagaimana dengan unta yang ada di pasir, seakan-akan (bersih) bagaikan gerombolan kijang kemudian datang padanya unta berkudis dan bercampur baur dengannya sehingga ia menularinya?"
Maka Nabi SAW menjawab dengan pertanyaan balik :
فَمَنْ أَعْدَى الْأَوَّلَ
Lalu siapakah yang menulari (unta) yang pertama [HR Bukhari]

Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata :
أن المراد بنفي العدوى أن شيئا لا يعدي بطبعه نفيا لما كانت الجاهلية تعتقده أن الأمراض تعدي بطبعها من غير إضافة إلى الله ، فأبطل النبي صلى الله عليه وسلم اعتقادهم ذلك
Maka yang dimaksud “Tidak ada penyakit menular “adalah sesuatu (penyakit) itu tidak ada yang menular dengan sendirinya. Hal ini dikarenakan orang jahiliyah meyakini hal itu tanpa menisbatkannya kepada Allah. Maka Nabi SAW menolak kepercayaan yang demikian. [Fathul Bari]

Namun di sisi lain Rasul SAW juga menganjurkan untuk menjauhi penyakit menular sebagaimana hadits utama di atas. Dan Rasul SAW Juga bersabda :
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا
Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." [HR Bukhari]

Jadi dengan hadits-hadits tersebut, kita diharapkan agar jangan panik ketika terjadi wabah karena semua terjadi atas kehendak Allah, bahkan ketika seseorang menjadi korban wabah maka ia harus tetap optimis karena kalaupun ia mati maka ia akan mati syahid. Maka Stay Cool With Corona! Namun kita juga tidak boleh meremehkan dan gegabah dengan suatu wabah sehingga kita tetap berusaha dengan tindakan prefentif (pencegahan) dengan cara yang terbaik. Dan tidak kalah pentingnya agar kita mengambil hikmahnya dengan cara bertaubat kepada Allah SWT karena boleh jadi semua ini merupakan balasan dari perbuatan maksiat kita semua. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati kita untuk berusaha menjauhi penyakit dan berdoa serta meyakini bahwa semua tidak lepas dari kehendak Allah SWT

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren Lho!

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Alhaddad]

0 komentar:

Posting Komentar