Senin, 09 Maret 2020

MERAIH PAHALA DI JALAN RAYA

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
“Sungguh aku melihat seseorang mendapatkan kenikmatan di surga, karena memotong sebuah pohon di tengah jalan yang mengganggu manusia.” [HR Muslim]

Catatan Alvers

Di musim hujan seperti sekarang ini acap kali angin kencang merobohkan pepohonan tak terkecuali yang berada di pinggir jalan. Tak jarang pohon roboh melintang di tengah jalan sehingga dapat mengganggu bahkan menutup akses jalan tersebut.

Pernahkah anda mengalami hal demikian ketika di perjalanan? Saya pernah punya pengalaman demikian. Karena tidak bisa melintas akibat pohon tumbang maka saya pilih putar balik dan qadarullah ternyata di jalan yang lain itu juga terdapat pohon roboh yang melintang sehingga tidak bisa dilewati. Mencari alternatif yang lain ternyata sama juga. Tidak lama kemudian ada beberapa orang sekitar yang bahu membahu berusaha menyingkirkan pohon yang tumbang tadi. Alhamdulillah, betapa senangnya saya dan orang-orang yang melintas karena jalan tersebut sudah bisa dilewati kembali.


Sungguh mulia orang-orang yang menyingkirkan halangan dari jalan raya. Rasul-pun menilainya sebagai sedekah. Rasul SAW bersabda:
أَمِطْ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ
Singkirkanlah gangguan dari jalan, karena itu sedekah untuk kamu. [HR Ahmad]

Bahkan, mereka akan mendapatkan balasan yang besar sebagaimana sabda Nabi SAW dalam hadits utama di atas : Sungguh aku melihat seseorang mendapatkan kenikmatan di surga, karena memotong sebuah pohon di tengah jalan yang mengganggu manusia. [HR Muslim]

Tak hanya pohon besar, menyingkirkan ranting pohon yang berduri juga akan mendatangkan pahala besar. Rasul SAW bersabda :
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ
Ketika seseorang berjalan di suatu jalan, ia mendapati ranting pohon berduri di tengah jalan tersebut, ia pun menyingkirkannya, maka Allah berterima kasih kepadanya, lalu mengampuninya.” [HR Bukhari Muslim]

Dalam hadits lain, Rasul SAW bersabda : “Ada seseorang laki-laki yang melewati ranting berduri berada di tengah jalan. Ia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya.’ Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”[HR Muslim]

Sebaliknya sungguh miris jika kita melihat ada orang naik mobil sambil membuang kulit rambutan sepanjang jalan atau membuang sampah sembarangan. Lebih parah lagi ada oknum tukang tambal ban yang sengaja menabur paku di jalanan sekitarnya demi menambah pelanggan sebagaimana pernah ditayangkan di televisi. Rasul SAW bersabda :
من آذى المسلمين في طرقهم وجبت عليه لعنتهم
Siapa yang menyakiti kaum muslimin di jalan-jalan mereka, wajib atasnya laknat mereka. [HR Thabrani]

Perbuatan tak terpuji seperti itu masuk kategori “merintangi jalan umum darat” dalam KUHP Pasal 192 yang berbunyi : Barang siapa dengan sengaja menghancurkan, membikin tak dapat dipakai atau merusak bangunan untuk lalu lintas umum, atau merintangi jalan umum darat atau air, atau menggagalkan usaha untuk pengamanan bangunan atau jalan itu, diancam:  (1).           dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi keamanan lalu lintas, (2). dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi keamanan lalu lintas dan mengakibatkan orang mati.[ uu direktorimu com]

Tidak hanya itu, NU (Jember ) melarang kegiatan permintaan amal jariyah untuk pembangunan tempat ibadah yang dilakukan di tengah atau di pinggir jalan raya. Sebab, selain kegitan tersebut mengganggu aktifitas umum juga sangat membahayakan bagi pengguna jalan tersebut dan petugas pencari sumbangan. [nu or id] Senada dengan hal itu, MUI Pamekasan juga menyatakan bahwa penarikan sumbangan untuk masjid di jalan yang dilakukan dengan mempersempit jalan adalah haram.  [regional kompas com]

Intinya kita harus memudahkan orang atau pengendara lain di jalan raya dan tidak menyulitkan mereka. Hindarilah pula perilaku parkir sembarangan, parkir di depan pintu rumah orang atau parkir di area parkiran toko yang dikhususkan untuk pelanggan saja karena itu termasuk hal yang terlarang.Bukan hanya berurusan dengan polisi namun akan juga berurusan dengan malaikat karena mereka terlaknat. Rasul SAW bersabda :
وَمَنْ يُشَاقِقْ يَشْقُقِ اللَّهُ عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Barang siapa yang menyulitkan (orang lain) maka Allah akan mempersulitnya para hari kiamat" [HR Bukhari]

Jauhi perilaku menyusahkan dan mempersulit urusan orang lain termasuk saat kita berada di jalan raya. Budayakan mengalah dan mendahulukan orang lain yang terburu-buru dengan Husnudzan mungkin saja mereka mempunyai urusan yang sangat penting dan mendesak. Boleh jadi sedang mengantar ibu hamil, orang sakit ataupun lagi kebelet kencing.

Jadikan perilaku mengalah dan memudahkan pengendara lain sebagai ladang pahala sehingga meskipun di jalan kita tetap bisa beramal dan meraih pahala yang maksimal. Ganti omelan ketika mengalami kemacetan dan kesemrawutan kendaraan di sepanjang jalan dengan dzikir dan positif thingking. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati kita untuk terus beramal baik di manapun termasuk ketika berada di jalan raya.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren Lho!

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Alhaddad]


0 komentar:

Posting Komentar