Kamis, 21 Juli 2016

ALARM PENDETEKSI MALAIKAT



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA , bahwasannya Rasul SAW bersabda :
إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا
Apabila kalian mendengar kokok “diyakah” (ayam-ayam jantan), mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan himar / keledai, mintalah perlindungan  kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.” [HR. Bukhari]

Catatan Alvers

Imam Ibnu Hajar al-Atsqalany mengatakan bahwa kata “diyakah” pada hadits tersebut dibaca dengan kasrah dalnya, Fathah ya’nya, merupakan bentuk jamak (plural) dari mufrad “Dik” yang berarti ayam jantan.

Menarik sekali berbicara tentang ayam jantan atau ayam jago karena banyak orang yang hobi memelihara ayam dari orang awam sampai para kiyai dan ustadz, dari kalangan rakyat hingga pejabat. Orang awam memelihara ayam dengan berbagai tujuan mulai keindahan suara, keindahan bulu untuk kepentingan lomba suara ayam bahkan untuk kepentingan klenik. Sebut salah satunya adalah Ayam selasih atau yang dikenal sebagai Ayam Cemani. Kata cemani sendiri berasal dari bahasa jawa kuno yang artinya Hitam Legam, dan memang demikian ayam ini 100 % warna keseluruhannya hitam legam, tak hanya itu, bahkan warna daging tulang dan darahnya semuanya hitam legam. Ayam ini banyak dipelihara oleh masyarakat zaman Kerajaan Majapahit pada abad ke 19 dan menjadi peliharaan atau koleksi para bangsawan dan raja-raja saja pada zaman dulu. Dalam dunia klenik ia dipercaya dapat mendatangkan banyak rezeki, sebagai Syarat dalam Ritual Ghaib seperti penggalian harta karun, pengobatan, ruwatan, Ilmu Kesaktian dll. maka pantaslah ayam ini diburu dan harga fantastis, kisaran puluhan juta untuk satu ekor, bahkan sampai ratusan juta.


Hal ini berbeda dengan motivasi para alim, mayoritas dari mereka memelihara ayam karena untuk kepentingan berdoa, mengapa demikian? Karena saat ayam berkokok pertanda ada malaikat dan saat itulah waktu mustajabah untuk berdoa. Hadits kokok ayam di atas tidak dibatasi oleh waktu yakni baik siang maupun malam, namun dalam hadits riwayat Ahmad, terdapat tambahan kata “minal laili” (di malam hari) : “Apabila kalian mendengar ayam berkokok di malam hari, sesungguhnya dia melihat Malaikat. Karena itu, mintalah kepada Allah karunia-Nya. [HR. Ahmad]

Rasulullah SAW menjadikan bunyi kokok ayam di waktu malam, sebagai “alarm” kebaikan, dengan datangnya Malaikat dan dianjurkannya berdoa. Ini adalah satu dari beberapa keistimewaan ayam. Berikut adalah keterangan Al-Hafidz Ibn Hajar al-‘asqalani dalam kitab Fathul Bari:
وَلِلدِّيكِ خَصِيصَة لَيْسَتْ لِغَيْرِهِ مِنْ مَعْرِفَة الْوَقْت اللَّيْلِيّ ، فَإِنَّهُ يُقَسِّط أَصْوَاته فِيهَا تَقْسِيطًا لَا يَكَاد يَتَفَاوَت ، وَيُوَالِي صِيَاحه قَبْل الْفَجْر وَبَعْده لَا يَكَاد يُخْطِئ ، سَوَاء أَطَالَ اللَّيْل أَمْ قَصُرَ ، وَمِنْ ثَمَّ أَفْتَى بَعْض الشَّافِعِيَّة بِاعْتِمَادِ الدِّيك الْمُجَرَّب فِي الْوَقْت
Ayam jantan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki binatang lain, yaitu mengetahui perubahan waktu di malam hari. Dia berkokok di waktu yang tepat dan tidak pernah ketinggalan. Dia berkokok sebelum subuh dan sesudah subuh, hampir tidak pernah meleset. Baik malamnya panjang atau pendek. Karena itulah, sebagian syafiiyah memfatwakan bolehnya berpedoman kepada ayam jantan yang sudah terbukti dalam menentukan waktu.  [Fathul Bari]

Lebih dari itu banyak sekali keistimewaan yang merupakan sifat positif yang dimiliki ayam yang patut dicontoh oleh manusia. Ad-Dawudi mengatakan :
يُتَعَلَّمُ مِنْ الدِّيك خَمْس خِصَال : حُسْن الصَّوْت ، وَالْقِيَام فِي السَّحَر ، وَالْغَيْرَة ، وَالسَّخَاء ، وَكَثْرَة الْجِمَاع .
Ada lima pelajaran yang bisa diambil dari ayam jantan yaitu: suara yang bagus, bangun di waktu sahur, sifat cemburu, dermawan (suka berbagi), dan banyaknya jimak.  [Fathul Bari]

Mengapa kita dianjurkan untuk berdoa ketika

قَالَ عِيَاض : كَانَ السَّبَب فِيهِ رَجَاء تَأْمِين الْمَلَائِكَة عَلَى دُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارهمْ لَهُ وَشَهَادَتهمْ لَهُ بِالْإِخْلَاصِ ، وَيُؤْخَذ مِنْهُ اِسْتِحْبَاب الدُّعَاء عِنْد حُضُور الصَّالِحِينَ تَبَرُّكًا بِهِمْ
Karena mengharapkan doa saat itu akan diamini oleh malaikat, istighfar mereka dan persaksian kepada orang tersebut dengan ikhlas. Dan dari sini dapat diambil kesimpulan hukum  bahwa disunnahkan berdoa ketika hadir orang-orang shaleh karena mengharapkan keberkahan mereka [Fathul Bari]

Begitu istimewanya binatang satu ini sehingga kitapun dilarang memakinya. Rasul SAW bersabda :
لَا تَسُبُّوا الدِّيك فَإِنَّهُ يَدْعُو إِلَى الصَّلَاة
Janganlah kau mencela ayam, sebab ia menyerukan (manusia) untuk shalat [HR Ahmad]

Boleh jadi seseorang terganggu dengan suara kokoknya ayam sehingga iapun mencela ayam. Al-Halimy berkata : dari hadits ini bisa disimpulkan bahwa tidaklah seyogyanya setiap yang mendatangkan kebaikan itu dicela dan diremehkan, bahkan seharusnya ia dimuliakan dan mendapatkan kebaikan seperti halnya ayam yang berkokok menyerukan untuk sholat. Ayam menyerukan sholat bukanlah dengan ucapannya secara hakikat seperti suara “ayolah sholat” namun karena ayam itu berkokok sewaktu fajar dan tergelincirnya matahari yang mana itu adalah waktu sholat. Inilah Fitrah ayam dari Allah swt. [Fathul Bari]


Selanjutnya dalam hadits utama di atas disebutkan: “apabila kalian mendengar ringkikan himar / keledai, maka mintalah perlindungan  kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.”dan dalam riwayat Ahmad terdapat tambahan: “Nubahal Kilab” (gonggongan anjing). Qadhi Iyadh mengatakan:
وَفَائِدَة الْأَمْر بِالتَّعَوُّذِ لِمَا يُخْشَى مِنْ شَرّ الشَّيْطَان وَشَرّ وَسْوَسَته ، فَيُلْجَأ إِلَى اللَّه فِي دَفْع ذَلِكَ
Tujuan perintah membaca ta’awwudz (ketika mendengar suara ringkikan himar yang menandakan datangnya setan) adalah kekhawatiran akan keburukan setan dan gangguan darinya sehingga kita kembali kepada Allah untuk menolak keburukan setan yang datang. [Fathul Bari]

Mengapa hal ini bisa terjadi alvers? keledai dan ayam bisa melihat setan dan malaikat, bukan sebaliknya. Ada pendapat menyatakan bahwa keledai itu dapat melihat dengan sinar infra merah, sedangkan setan sendiri berasal dari jin yang diciptakan dari api, artinya setan termasuk dalam lingkup infra merah. Karena itulah, keledai dapat melihat setan. Adapun ayam jantan, ia mampu melihat sinar ultraviolet, sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya, artinya dari sinar ultraviolet. Karena itulah, malaikat dapat dilihat oleh ayam jantan. Hal ini juga memberikan penjelasan kepada kita mengapa setan melarikan diri saat disebutkan nama Allah. Penyebabnya adalah karena para malaikat datang ke tempat tersebut, sehingga setan melarikan diri setan terganggu bila melihat cahaya (sinar ultraviolet ) malaikat. Bukankah jika sinar ultraviolet bertemu dengan sinar inframerah di satu tempat, maka sinar merah memudar. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk ringan berdoa pada waktu yang ditunjukkan oleh Rasul-Nya dan menghindarkan diri dari perilaku klenik yang menjauhkan kita dari ridlo-Nya.

0 komentar:

Posting Komentar