Sabtu, 23 Juli 2016

PERUMPAMAAN DUNIA



ONE DAY ONE HADITH

Dari Abu Said ra, Rasulullah saw. bersabda:
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى مُسْتَخْلِفِكُم فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءِ
Sesungguhnya dunia adalah manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di bumi. Maka Allah akan melihat apa yang kalian perbuat. Maka takutlah kepada dunia, dan berhati-hatilah dalam urusan wanita. [HR Muslim]

Catatan Alvers

Rustam, remaja berusia 17 tahun asal, Rusia, tewas setelah bermain sebuah game online bernama Defence of the Ancients selama 22 hari nyaris tanpa henti tahun 2015 silam. Di Awal tahun 2016, ada kejadian serupa di taiwan. Seorang maniak game usia 32 tahun meninggal dunia gara-gara main games online non-stop 3 hari tanpa tidur. Itulah permainan yang bisa melalaikan pemainnya hingga lupa bahwa ia hidup di dunia nyata yang itu jauh lebih penting dari game yang dimainkannya.


Itulah ibarat dunia, Dunia diibaratkan oleh Allah sebagai permainan. Allah SWT berfirman :
وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnyanakhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” [QS. Al-Ankabut 64]

Maka dari itu janganlah kita lalai urusan akhirat karena terlena dengan urusan dunia. Allah Swt memberikan peringatan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Siapa saja yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”[QS Al-Munafiqun : 9]
 
Dunia juga diibaratkan manisan yang begitu lezat seperti dalam hadits utama di atas. Ada sebuah kisah analogis, Ada seorang laki-laki yang pergi ke hutan, dan menikmati pemandangan yang indah. Tiba-tiba mendengar suara yang menakutkan dari belakangnya yang semakin dekat. Ia menoleh ke belakang, ternyata ada harimau yang mendekat dan mengejarnya. Spontan ia pun lari dan mendapati sumur kuno di depannya.

Tanpa berfikir panjang, Segera saja ia menceburkan diri ke dalam sumur dan berpegangan dengan tali yang menggantung di sumur. Ketika suasana sudah tenang dan ia berada di dasar sumur, tiba-tiba ia mendengar desisan suara dari dasar sumur, setelah dilihatnya ternyata berupa seekor ular yang besar. Ketika ia berfikir bagaimana caranya bisa selamat dari harimau di atas sumur dan dari ular di dasar sumur, tiba-tiba pula ada dua tikus yang satu berwarna putih dan yang lainnya berwarna hitam yang menggigit dan mengerat tali yang digunakan untuk berpegangan.

Ketika dalam keadaan yang sangat menakutkan dan ia menggerak-gerakkan tali untuk menakut-nakuti tikus itu dan melambai-lambaikan tangannya kekanan ke kiri, tiba-tiba tangannya menyentuh sesuatu yang basah dan kental, yang ternyata berupa madu tawon. Ia segera mencicipi manisnya madu sedikit-sedikit, dan karena merasakan manisnya madu sehingga ia melupakan keadaan yang menimpanya yang begitu menakutkan.

Tahukah bahwa harimau yang berjalan di belakang itu adalah malaikat maut, sumur itu adalah kuburan, tali yang menjadi pegangan itu adalah umur manusia di dunia ini. Dan kedua tikus itu adalah malam dan siang yang menggerogoti umur. Ular itu adalah fitnah kubur. Dn madu tersebut adalah manisnya dunia ini yang melupakan manusia dari kematian dan hisab.

Itulah keadaan kebanyakan kondisi manusia. Mereka banyak yang lalai Sehingga seringkali Allah berfirman bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, mereka tidak memahaminya. Diantaranya adalah firman-Nya:
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya [QS Al-A’raf : 187]

Maka segeralah sadar bahwa dunia ini lebih menjijikkan daripada bangkai. Janganlah terlena oleh urusan dunia. Dalam satu riwayat dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW melintas masuk ke pasar seusai pergi dari tempat-tempat tinggi (perbukitan) sementara orang-orang berada disisi beliau. Beliau melintasi bangkai anak kambing dengan telinga melekat, beliau mengangkat telinganya lalu bersabda:
أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ
Siapa diantara kalian yang mau membeli ini seharga satu dirham? mereka menjawab: Kami tidak mau memilikinya, untuk apa? Beliau bersabda: Apa kalian mau (bangkai) ini milik kalian? mereka menjawab:
وَاللَّهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيهِ لأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ
Demi Allah, andai masih hidup pun ada cacatnya karena telinganya menempel, lalu bagaimana halnya dalam keadaan sudah mati? Beliau bersabda:
فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
Demi Allah, dunia lebih hina bagi Allah melebihi (bangkai) ini bagi kalian. [HR. Muslim] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk menyadari hakikat dunia dan bersegera menuju ampunan-Nya.

0 komentar:

Posting Komentar