Rabu, 25 Mei 2016

TERAPI EMOSI



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya, Rasul SAW bersabda:
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ
Barang siapa menahan emosinya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah Azza wa jalla akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan semua makhluk untuk diberi kesempatan memilih bidadari yang disukainya. [HR Abu Dawud]

Catatan Alvers

Secara terotis, Emosi didefinisikan sebagai perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian.  Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu. [situs wikipedia] Dengan demikian Emosi bisa berupa emosi positif seperti bahagia, gembira, suka, ceria, semangat, cinta, kekaguman dan lain sebagainya. Sebaliknya, emosi juga bisa berupa emosi negatif seperti sedih, benci, kecewa, marah, dan masih banyak yang lainnya. Namun dalam tataran praktisnya, emosi lebih banyak dimaksudkan kepada pengertian yang negatif seperti marah dan kecewa.


Emosi timbul secara alamiah pada diri seseorang tatkala menghadapi problem namun begitu bukan berarti emosi dibiarkan begitu saja karena emosi yang tak terkontrol  menjadikan seseorang sebagai budak dari emosi mereka sendiri dan sejurus kemudian emosinya akan menjadi boomerang yang menyerang diri sendiri karena emosi bisa menyebabkan permasalahan serius bahkan bisa mematikannya. Mengapa mematikan? Karena : (1)Secara medis, Emosi dapat menurunkan sistem imun (kekebalan tubuh) akan mudah melemah dan menurun karena produksi hormon stres dalam tubuh meningkat tajam. (2) Emosi menyebabkan meningkatnya resiko terserang berbagai penyakit akibat menurunnya sistem imun (kekebalan tubuh).(3) Mempercepat proses penuaan. Kondisi emosional akan mengaktifkan hormon stres dalam tubuh yang berefek percepatan proses kerja seluruh fungsi organ dalam tubuh, hingga cepat aus, otot-otot tubuh menjadi lebih tegang sehingga mempercepat munculnya keriput pada wajah lalu proses penuaan cepat terjadi. (4) Mempersingkat usia. Hal ini terjadi karena saat marah, berbagai organ tubuh seperti jantung, otak, pembuluh darah dan lain-lain bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga mengakibatkan munculnya berbagai gangguan kesehatan yang pada akhirnya dapat mempersingkat usia seseorang karena kematian mendadak akibat serangan jantung.

Terdapat berbagai metode yang ditawarkan untuk terapi emosi mulai cara-cara alami dan sederhana, hingga menggunakan obat-obatan tertentu.  Yang jelas, kita sepakat bahwa emosi memang harus dikendalikan, apalagi dalam situasi yang menuntut kita untuk bersikap secara profesional.  

Masih ingatkah anda dengan insiden yang terjadi dalam dunia tinju pada tahun 1997 yaitu saat pertarungan antara Mike Tyson dan Evander Holyfield yang bergelar "The Real Deal". Si Leher Beton tidak mampu mengontrol emosinya pada ronde ke tiga. Ia menggigit telinga kanan Holyfield sampai putus. Maka benarlah Rasul SAW yang bersabda : “Bukanlah dikatakan orang yang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya di waktu marah”.[HR Baihaqi]

Ada beberapa hal unik untuk meredakan emosi. Di Serbia, Ada sebuah kamar yang disewakan untuk melampiaskan emosi. Penyewa bisa memukul benda-benda apa saja yang ada didalamnya untuk melampiaskan emosi. Ia boleh memecah gelas, menghancurkan lemari dll. Di Amerika, ada terapi emosi dengan cara berdansa dan berjoget bahkan tertawa lepas bebas dengan siapapun yang ada dalam gedung terapi.

Melengkapi tulisan 1D1H Resep Nabi mengatasi Amarah pada edisi sebelumnya maka kami kemukakan tulisan mengenai terapi emosi ini.  Dalam Islam, Nabi mengajarkan untuk terapi emosi diantaranya dengan aksi tuutp mulut, Rasul SAW bersabda :
 إِذاَ غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ
“apabila salah seorang diantara kalian marah maka hendaklah dia diam.” [HR Ahmad]
Selanjutnya adalah dengan merubah posisi : dari berdiri menjadi duduk, dari duduk menjadi berbaring. Rasul SAW menjelaskan :
 إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ
Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri hendaknya ia duduk. Jika dengan itu kemarahan menjadi hilang (itulah yang diharapkan). Jika masih belum hilang, hendaknya berbaring [H.R Abu Dawud]

Dan terakhir dan yang terpenting dalam terapi emosi ini, kita selalu ingat hadits di atas yaitu balasan menahan amarah adalah bidadari surga. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membukakan pintu hati dan pikiran kita untuk senantiasa tenang dan dapat mengendalikan emosi dalam situasi apapaun.

0 komentar:

Posting Komentar