Selasa, 24 Mei 2016

DAHSYATNYA TURI PUTIH



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari 'Athiyah dari Abu Sa'id berkata: Rasulullah SAW memasuki tempat shalat lalu beliau melihat orang-orang  sepertinya tertawa hingga terlihat gigi-giginya, beliau bersabda:
أَمَا إِنَّكُمْ لَوْ أَكْثَرْتُمْ ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ لَشَغَلَكُمْ عَمَّا أَرَى فَأَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ لَمْ يَأْتِ عَلَى الْقَبْرِ يَوْمٌ إِلَّا تَكَلَّمَ فِيهِ فَيَقُولُ أَنَا بَيْتُ الْغُرْبَةِ وَأَنَا بَيْتُ الْوَحْدَةِ وَأَنَا بَيْتُ التُّرَابِ وَأَنَا بَيْتُ الدُّودِ.... إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ
"Ingatlah, sesungguhnya bila kalian banyak-banyak mengingat pemutus segala kenikmatan niscaya kalian tidak sempat melakukan yang aku lihat, karena itu perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yakni kematian, sesungguhnya tidaklah ada suatu hari melewati kuburan melainkan ia berbicara; aku adalah rumah keterasingan, aku adalah rumah kesendirian, aku adalah rumah (berupa) tanah, aku adalah rumahnya cacing.... "Sesungguhnya kubur adalah salah satu taman surga atau salah satu liang neraka." [HR Tirmidzi]

Catatan Alvers

Beberapa hari lalu saya mengalami pembengkakan pada sekitar kuku dikarenakan ada bagian kecil ujung kuku yang menancap dan masuk ke dalamnya. Setelah mencari info kesana kemari maka saya temukan obat tradisional untuk pembengkakan kuku yaitu dengan menggunakan kembang turi putih. Turi Putih yang nama ilmiahnya dikenal dengan sesbania grandiflora merupakan salah satu tumbuhan pelindung yang bisa kita jumpai di sawah, kebun, maupun di pekarangan- pekarangan rumah pedesaan. Spesies dari keluarga fabaceae ini banyak tersebar dari India Timur hingga ke benua Australia. Ia merupakan salah satu tanaman yang memiliki tekstur kayu yang lunak dan memiliki umur yang pendek. Kita seringkali menjumpai kembang turi dalam berbagai jenis masakan nusantara, misalnya saja dalam pecel. Disamping untuk pelengkan masakan, turi putih bermanfaat untuk kesehatan dan obat seperti untuk mengobati pembengkakan pada kuku di atas. Bahkan turi putih dengan berbagai kandungan zatnya bermanfaat juga untuk Membantu proses penyembuhan luka, Mengobati rabun senja, sariawan, radang tenggorokan, keputihan, batuk, Demam dll.


Turi Putih tidak hanya familier tumbuhannya yang ditemukan di berbagai tempat, namun Turi Putih juga terkenal sebab menjadi judul lagu atau tembang jawa yang dipopulerkan oleh Habib Syeikh https://www.youtube.com/watch?v=7VN7GsxGzMo dengan lirik sebagai berikut :

Turi putih, turi putih,ditandur neng kebon agung.
Ono Cleret tiba nyemplung, mbok kira kembange apa?

Tembang ini merupakan peninggalan seorang Waliyullah dari kalangan wali Songo yaitu Sunan giri. Beliau mengarang tembang-tembang suluk dalam bentuk dolanan yang jenaka dan riang gembira namun serius dengan nuansa tasawuf yang kental dan sarat kandungan dakwah dan filosofi yang tinggi. Tembang dolanan (main-main) mengisyaratkan bahwa beliau amat peduli terhadap anak-anak. Sedangkan suluk-suluk tembang macapat yang meditatif-kontemplatif, mencerminkan beliau yang menciptakannya juga memiliki jiwa yang lembut serta kemampuan dan selera seni-budaya yang tinggi. Dengan begitu, Beliau dalam berdakwah meneladani dakwa Nabi dengan metode “bilisani Qaumihi” [QS Ibrahim : 4]

Sungguh luar biasa kemampuan beliau, dengan melihat karya-karya peninggalannya yang masih eksis bahkan berkembang sampai sekarang maka tak heran, beliau dan wali songo berhasil mengislamkan penduduk pulau Jawa bahkan Indonesia. Tembang ini merupakan nasehat seorang guru kepada muridnya tentang mengingat kematian supaya tidak sesat dalam menjalani kehidupan yang singkat sesingkat umur kembang turi putih.

Turi = Singkatan kata dari “tak aturi” atau “tak tuturi”; saya kasih nasehat.
Putih = simbolisme dari kain kafan yang berwarna putih.
Ditandur = ditanam / dikubur
Neng kebon agung = di kebun yang luas yaitu kuburan.
Jadi “Turi-turi putih, ditandur neng kebon agung” itu artinya saya akan memberi nasehat kepadamu, bahwa kelak manusia itu pasti mati dan dimasukkan ke dalam kuburan. Allah SWT berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [QS Ali Imran 185]
Ono Cleret = Ada sesuatu bergerak secepat kilat.
Tiba nyemplung = jatuh masuk ke lubang (kubur).

Syair ini mengingatkan bahwa banyak orang yang tidak sadar akan datangnya kematian karena datangnya cepat sekali layaknya kilat yang menyambar, tidak dipesan ataupun janjian lalu iapun sudah berada dalam liang kubur.

Orang yang lupa akan kematiannya maka ia akan banyak tertawa, berfoya-foya dan menghabiskan waktunya untuk kesenangan dunianya saja. Dalam hadits di atas ketika Rasul SAW melihat orang-orang banyak tertawa maka Beliau mengingatkan akan kematian. Orang yang lupa akan kematiannya maka ia akan menunda-nunda amalnya hingga kematian berada di hadapannya lalu iapun memelas suapay dikasih tenggat waktu. Allah SWT berfirman menceritakan ucapan mereka:
فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلاَ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
lalu ia berkata, ‘Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat hingga aku mendapat kesempatan untuk bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?’.” QS Al-Munafiqun: 10]

Mbok kira Kembange apa? = engkau kira apa penyebabnya?

Banyak orang salah melihat kematian, mereka mayakini bahwa penyebab kematian adalah penyakit, atau musibah yang menimpanya seperti orang kuno salah mengira pagi itu datang sebab berkokoknya ayam. Keyakinan seperti ini kita temui dalam legenda Roro Jonggrang yang meminta Bandung Bondowoso untuk dibuatkan dua sumur dan seribu candi dalam waktu satu malam sebagai syarat menikahinya. Roro Jonggrang terus berusaha mencari ide untuk menggalkan usaha yang dilakukan Bandung Bondowoso. Kemudian Roro Jonggrang segera memanggil seluruh dayang-dayangnya agar membakar jerami dan menabuh lesung malam itu supaya ayam segera berkokok dan pagipun datang lebih cepat. “Mbok kira Kembange apa?” Ayo pikirkan lagi, apakah penyebab kematian itu? Sang wali mengingatkan bahwa kematian itu adalah takdir Allah swt. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membukakan pintu hati dan pikiran kita untuk senantiasa mengingat kematian dan menyadarkan kiat supaya bersegera mencari bekal untuk menghadapinya.

0 komentar:

Posting Komentar