Rabu, 11 Mei 2016

APAPUN KONDISINYA, UCAPANNYA ALHAMDULILLAH



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Aisyah RA, Ia berkata :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Jika Rasulullah menyaksikan hal-hal yang beliau sukai maka beliau mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat” (Segala puji bagi Allah yang mana dengan-Nya semua kebaikan menjadi sempurna). Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal.” (Segala puji bagi Allah atas semua kondisi). [HR Ibnu Majah]

Catatan Alvers

Allah SWT yang maha sempurna dan bijaksana telah mengatur alam semesta dan semua kejadian di dalamnya dengan sebaik-baiknya maka seorang hamba yang sadar akan hal ini ia akan selalu memuji Allah dalam kondisi apapun sehingga “apapun kondisinya, ucapannya alhamdulillah”.  Hamba yang bersyukur akan menyadari bahwa tiada manusia yang sempurna sehingga ia tidak mengeluh akan suatu kekurangan bukankah setiap manusia memiliki kekurangan. Selanjutnya ia akan melihat bahwa di sisi lain sesorang yang memiliki kekurangan ternyata masihlah beruntung dan patut untuk tetap bersyukur kepada Allah swt.


Ada sebuah nasehat orang bijak yang seharusnya menjadi renungan kita. “Sebelum engkau mengucapkan kata-kata kasar, Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai makananmu, Pikirkanlah seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan. Sebelum mengeluh capek harus menyopir jarak jauh, Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh tujuan yang sama. Dan ketika engkau mengeluhkan pekerjaanmu, Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya walau telah berusaha kesana kemari. Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat dipanggil Tuhan dan diapun merengek-rengek untuk diberikan tenggat waktu untuk kematiannya “Lawla Akh-khartani ila ajalin qarib”.

Seorang hamba yang menghargai anugerahNya akan sadar betapa ia telah diberi berbagai macam nikmat kendati ia banyak maksiat sehingga selayaknya ia terus memuji Allah dalam setiap kondisinya. Suatu hari, salah seorang tabi'in yang fakih asal bashrah bernama Bakr bin Abdullah al-Muzani (w.106 H) sedang berjalan di belakang pencari kayu bakar.  pencari kayu  tersebut mengulang-ulang dzikir sepanjang  jalannya : “Alhamdulillah, Astaghfirullah.. Alhamdulillah, Astaghfirullah”. Bakr al-Muzani yang fakih bertanya, "Apa anda tidak bisa berdzikir dengan yang lain, Pak?". Pencari kayu menjawab :
بلى ، فإني أحفظ القرآن ، وأعلم الكثير ولكن المرء لا يزال يتقلب بين ذنب أو نعمة وأنا أستغفر الله من الذنب وأحمده على النعمة
"Iya Ada. Karena Aku hafal al-qur’an dan tahu banyak dzikir. Tapi, manusia itu selalu selalu berubah-ubah antara dosa dan nikmat. Maka Aku beristighfar dari dosa dan bertahmid atas nikmat."
Mendengar jawaban yang mengagumkan ini maka Tabi’in yang fakih tadi menimpali :
جهل بكر وعلم الحطاب
" yang bodoh adalah Bakar almuzani, dan yang alim adalah sang pencari kayu."

Maka marilah perbanyak syukur dengan mengucapkan alhamdulillah. Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah dalam Hilyat al-‘Awliya’ berkata :

"ما من رجل يرى نعمة الله عليه فيقول الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات إلا أغناه الله وزاده من فضله"
Tiada seseorang yang melihat nikmat Allah atas dirinya kemudian ia mengucapkan
“Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat” (Segala puji bagi Allah yang mana dengan-Nya semua kebaikan menjadi sempurna) melainkan Allah menjadikannya kaya dan menambah rizkinya. Wallahu A’lam. Semoga kita semua termasuk hamba-hambanya yang banyak bersyukur.

0 komentar:

Posting Komentar