Senin, 23 Mei 2016

INOVASI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas RA, Ia berkata :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِقَوْمٍ يُلَقِّحُونَ فَقَالَ لَوْ لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ قَالَ فَخَرَجَ شِيصًا فَمَرَّ بِهِمْ فَقَالَ مَا لِنَخْلِكُمْ قَالُوا قُلْتَ كَذَا وَكَذَا قَالَ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ
bahwa Nabi SAW melewati suatu kaum (di madinah) yang sedang mengawinkan pohon kurma lalu beliau bersabda: "Sekiranya kalian tidak melakukannya, niscaya kurma itu akan menjadi bagus." Tapi setelah itu, ternyata kurma tersebut tumbuh dalam keadaan jelek. Hingga suatu saat Nabi SAW melewati mereka lagi dan melihat hal itu beliau bertanya: 'Ada apa dengan pohon kurma kalian? Mereka menjawab; Bukankah anda telah mengatakan bla bla bla...? (menyuruh tidak mengawinkan pohon kurma tapi hasilnya jelek) Beliau lalu bersabda: 'Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian. [HR Muslim].

Catatan Alvers

Kata inovasi atau innovation berasal dari bahasa latin innovatio yang berarti renewal atau renovation, berdasar pada novus (new). Dalam situs Wikipedia diartikan sebagai “proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Dengan pengertian di atas, maka “inovasi” dalam islam adalah satu hal di “restui” untuk urusan duniawi seperti rekayasa penyerbukan pada kejadian hadits di atas. Inovasi merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan duniawi karena manusia bersifat bosan dan selalu menginginkan hal baru. Dalam sebuah maqalah disebutkan :
الطباع مجبولة على حب المتجدد
Tabiat manusia itu senang terhadap hal yang baru.


Bahkan ada pendapat menilai bahwa Rasulpun juga mencontohkan inovasi dalam dakwah beliau dengan konsep hijrahnya. Secara tekstual (harfiah) hijrah adalah berpindah, sedangkan secara kontekstual makna hijrah adalah ‘membaharui hidup dalam segala aspek pada kondisi hasil karya hari ini lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini’. Jadi, hakikat makna hijrah secara kontekstual adalah inovasi.

Dalam kehidupan duniawi, inovasi adalah sebuah keniscayaan yang mana siapa meninggalkan inovasi maka ia akan diitinggalkan. Nama besar hanya tinggal nama jika tanpa adanya inovasi. Sebut satu contoh adalah apa yang menimpa pada perusahaan besar selular kelas dunia yaitu nokia yang resmi tumbang pada september 2013 dengan dijual ke lawan bisnisnya, Microsoft seharga Rp. 78 trilliun. Sejak saat itulah Nokia tinggal sebuah nama perusahaan dalam sejarah. Apa kesalahan yang diperbuat oleh Nokia? Nyaris tidak ada, cuma karena lamban dalam inovasi. CEO Nokia Jorma Ollila dalam sambutannya saat akuisisi Microsoft terhadap Nokia mengatakan “Kami tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya tidak tahu mengapa kami kalah“.

Dulu Nokia menyebut Android sebagai semut kecil merah yang mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yang berlebihan membuat Nokia tidak mau ber-inovasi. Begitu pula Kodak, Ia menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mereka akan terus bertahan. Intel dan Micorosoft juga demikian (duo Wintel ) terlalu menikmati kekuasannya dalam dunia PC dan Laptop dan kini era PC/Laptop sudah hampir punah, diganti era mobile smartphone. Dan hegemoni Microsoft serta Intel kian menjadi tidak relevan dalam era smartphone. Bahkan boleh jadi Televisi seperti Indosiar, RCTI, Trans dan dll. kelak akan kolaps bukan karena persaingan sesama pemain di industri yang sama, tapi dari makhluk lain bernama Youtube. Di Amerika, jumlah pemirsa televisi dikalangan anak muda dan remaja, menurun drastis karena semua lari ke Youtube. Menyadari hal inilah Blue Bird taksi segera berinovasi dengan memberikan layanan aplikasi reservasi untuk berbagai perangkat selular untuk mempertahankan eksistensinya menghadapi taksi independen berbasis aplikasi seperti Uber, Grab dll.

Manusia yang dapat segera beradaptasi dengan perubahan keadaan lingkungannya maka dia akan survive. Jika tidak dapat beradaptasi dengan perubahan maka mereka akan tersingkir dan punah dari lingkungannya. Ide perubahan dan kreatif adalah salah satu wujud inovasi yang di”restui” oleh agama islam selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran islam. Maka senada dengan inovasi duniawi, sebuah postulat yang popular:
 المحافظة على القديم الصالح، والأخذ بالجديد الأصلح.
“Melestarikan nilai-nilai lama yang positif dan mengambil nilai-nilai yang baru yang lebih positif”.
Bahkan mungkin lebih tepatnya lagi sekali lagi dalam urusan duniawi, al-Ikhtira’ alal Jadid al-ashlah. Sudahkah anda berinovasi dalam usaha anda? Jangan stagnan, berhijrahlah untuk eksis dan maju. Jangan lambat belajar, apalagi tidak mau belajar! Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membukakan matahati kita untuk senantiasa berinovasi dan kreasi demi menggapan kejayaan duniawi dalam keluhuran ajaran islam.

0 komentar:

Posting Komentar