Selasa, 27 September 2016

FITNAH JABATAN

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :
إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ علي الإِمَارَةِ وَ سَتَكُوْنُ نَدَامَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan (jabatan), padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan. ” [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Sebagian besar manusia memandang sesuatu dari sisi keuntungannya dan melupakan sisi resiko dan konsekwensinya, termasuk dalam hal jabatan.  Bayangan mereka, dengan menjadi seorang pejabat akan memudahkannya untuk mendapatkan apa yang diinginkan, kepopuleran, kehormatan, kedudukan, status sosial yang tinggi, dan memiliki segala kekayaan dan kemewahan.


Berangkat dari cara pandang seperti ini, maka wajar saja jika mereka menjadikan jabatan sebagai ajang rebutan, khususnya jabatan yang menjanjikan lambaian rupiah (uang dan harta) dan kesenangan dunia lainnya. Di antara calon pemimpin ada yang menghalalkan segala cara semisal melakukan politik uang dengan membeli suara masyarakat pemilih bahkan ada yang sampai berupaya menghilangkan nyawa rival dengan cara premanisme hingga perdukunan demi tercapainya keinginannya meraih posisi yang menjanjikan.

Benarlah apa yang diperingatkan oleh Rasul SAW dalam hadits utama di atas “Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap jabatan” dan jika sudah demikian maka kerusakan akan timbul akibat ulahnya. Beliau bersabda:
ما ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلا في غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لها من حِرْصِ المَرْءِ على المَالِ و الشَّرَفِ لِدِيْنِهِ
“Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah segerombolan kambing lebih merusak dari pada rusaknya agama seseorang karena ambisinya kepada harta dan kedudukan yang tinggi. ” [HR Tirmidzi]

Selanjutnya, dalam lanjutan hadits utama disebutkan “padahal kelak di hari kiamat ia (jabatan) akan menjadi penyesalan.”
Sebuah jabatan yang idam-idamkan akan menjadi sumber penyesalan jika seseorang tidak lagi memikirkan resiko dan konsekwensi dari jabatan yang disandangnya. Bukankah setiap jabatan akan dimintai pertanggung jawaban? Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu umar RA, Rasul SAW bersabda :

فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ

Seorang pemimpin yang mengatur urusan manusia akan dimintai pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. [HR Buhari]

Kata “ra‘in” sendiri secara bahasa bermakna pengembala. Pemimpin diibaratkan pengembala karena ia memiliki tugas seperti penggembala. Ia harus merawat, memberi makan dan mencarikan tempat berteduh binatang gembalanya bahkan bertanggung jawab untuk mensejahterakan binatang gembalanya.

Menyadari betapa besarnya tanggung jawab pemimpin, Umar bin khattab RA berkata:
لو عثرت بغلة بالعراق لسألني الله عنها يوم القيامة : لِمَ لَمْ تصلح لها الطريق يوم القيامة يا عمر !!
"Seandainya seekor bighal di irak (ujung terjauh kekuasaan islam saat itu) jatuh tergelincir, niscaya Allah akan meminta pertanggungan jawabanku di hari kiamat, Kenapa tidak kau perbaiki jalan itu di hari kiamat wahai umar!." [Fatawal Islam Su’al Wa Jawab]

Dalam riwayat yang lain, Umar bin khattab RA berkata:
لو ماتت سخلة على شاطئ الفرات ضيعة لخفت أن أسأل عنها
Jika ada anak kambing mati di tepi sungat efrat karena tak terurus maka aku takut nantinya dimintai pertanggung jawabannya. [Syu’abul Iman]

Dari konsekwensi seorang pejabat maka hendaklah seorang yang mencalonkan diri adalah orang yang mampu dan cakap mengurus tugas-tugas yang berkenaan dengan jabatannya. Oleh karena ketidak mampuannya, Nabi SAW memberikan nasehat kepada Abdurrahman bin Samurah,  Rasulullah SAW :
يَا عَبْدَ الرَّحْمنِ بن سَمُرَةَ لاَ تَسْألِ الإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيْتَها عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَ إِنْ أُعْطِيْتَهَا عَنْ مَسْأََلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْها
“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan (jabatan) karena jika engkau mendapatkannya tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah SWT). Namun jika kau mendapatkannya karena permintaanmu, niscaya kau akan terbebani [HR Bukhari]

Tugas seorang pejabatlah tidaklah ringan, maka ia membutuhkan asisten dan bawahan yang membantu dalam semua urusannya. Umar bin Abdul Aziz pernah mengirim surat kepada Hasan Al-Bashri :
ولما ولي عمر بن عبد العزيز الخلافة كتب إليه: إني قد ابتليت بهذا الامر فانظر لي أعوانا يعينونني عليه.
Aku telah diuji dengan jabatan ini, maka mohon carikan orang-orang yang membantuku untuk melaksanakan tugasku.
Al-Hasan menjawab :
 فأجابه الحسن: أما أبناء الدنيا فلا تريدهم، وأما أبناء الآخرة فلا يريدونك، فاستعن بالله.
Jika (orang-orang yang akan membantu urusanmu) mereka adalah orang-orang yang cinta dunia maka tentulah kau tidak menghendaki mereka, namun jika mereka adalah orang-orang yang cinta akhirat niscaya mereka tidak menghendakimu. Maka, Mintalah pertolongan Allah SWT. [Al-A’lam Liz Zarkaly]

Meskipun demikian kondisinya, namun Umar bin Abdul Aziz sukses dalam kepemimpinannya karena pertolongan Allah dan kesucian niatnya. Inilah janji Rasul seperti yang disampaikan kepada Abdurrahman bin Samurah; jika engkau mendapatkannya tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah SWT). Sebagai buktinya, Umar bin Abdul Aziz ketika dilantik, maka beliau berkata :
أيها الناس ! إني قد ابتليت بهذا الامر عن غير رأي كان مني فيه، ولا طلبة له، ولا مشورة من المسلمين، وإني قد خلعت ما في أعناقكم من بيعتي، فاختاروا لانفسكم ولامركم من تريدون.
 “Wahai manusia, sesungguhnya aku telah dibebani dengan pekerjaan ini tanpa meminta pendapatku lebih dulu, dan bukan pula atas permintaanku sendiri, juga tidak pula atas musyawarah kaum muslimin. Dan sesungguhnya aku ini membebaskan saudara-saudara sekalian dari baiat di atas pundak saudara-saudara, maka pilihlah siapa yang kamu sukai untuk dirimu sekalian dengan bebas!” [Al-Bidayah wan Nihayah] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk memilih calon pejabat yang amanah yang bersedia bertanggung jawab dunia akhirat.

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari, Malang, Ind

ONE DAY ONE HADITH
Kajian Hadits Sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat)
READY STOCK BUKU ONE DAY#1
Distributor : 081216742626

0 komentar:

Posting Komentar