Friday, January 30, 2026

TAK MEMBEDAKAN AGAMA

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasul SAW Bersabda :

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ

”Bukanlah orang mukmin itu orang yang kenyang sementara (ia membiarkan) tetangganya kelaparan.” [HR Thabrani]

 

Catatan Alvers

 

Viral video seorang perempuan bernama Nikalie Monroe di Kentucky, Amerika Serikat usai mengunggah video eksperimennya. Ia berpura-pura menjadi seorang ibu kurang mampu lalu Ia menelfon 43 tempat ibadah di Amerika Serikat untuk membantunya memberikan susu formula untuk anaknya. Semua video memiliki format yang relatif serupa dimana Monroe berperan sebagai seorang ibu yang sedang berjuang, meminta sekaleng kecil susu formula ditambah efek suara tangisan bayi dapat terdengar dalam video tersebut. Ia mengatakan bahwa dia sudah mencoba menelepon lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lembaga makanan lainnya, tetapi mereka sedang tidak ada dan menyarankan dia untuk menelepon gereja.

 

Beberapa gereja mengatakan ia harus menjadi jemaat agar bisa dibantu. Yang lain hanya mengatakan tidak punya. Ketika ia bertanya apakah mereka bisa menyediakan sumbangan sebesar USD 20 untuknya, mereka menjawab tidak bisa. Monroe juga menelepon gereja besar milik Joel Osteen di Houston, Lakewood Church, salah satu gereja terbesar di Amerika Serikat, dengan perkiraan kekayaan bersih terbaru sebesar USD 59 juta. Wanita yang menjawab telepon tersebut mengatakan Monroe bisa mendaftar ke pelayanan amal mereka, tetapi persetujuannya bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu (11/25).

 

Menariknya dalam unggahan tersebut, ketika Monroe menghubungi Islamic Center of Charlotte di Harrisburg Road, Amerika Serikat maka tanpa ragu pengurus masjid langsung mengiyakan. Monroe sendiri mengaku sangat terharu dengan respon cepat pihak masjid. Tanpa berbasa-basi pihak masjid langsung menanykan lokasi dan kebutuhan yang diperlukannya. ”Dia langsung cepat. Dia cuman tanya satu pertanyaan kayak dimana kamu tinggal dan apa yang kamu butuhkan. Nggak ada pertanyaan lain beda dengan tempat ibadah lainnya.”

 

Monroe kemudian buka kartu bahwa dia sedang melakukan sosial eksperimen untuk mengetahui tempat ibadah mana yang bisa membantu kondisinya. Ia berkata : ”Saya melakukan sosial eksperimen untuk mengetahui gereja mana yang bisa membantu bayi yang kelaparan. Sayangnya banyak gereja yang menolak permintaan tolong saya tapi pihak masjid Anda tidak demikian. Saya mau mengucapkan terima kasih terhadap kebaikan hati kalian.” kata Monroe.

 

Manager Council on American–Islamic Relations (CAIR) memberikan apresiasi terhadap dewan kemakmuran masjid Charlotte. "Kami mengapresiasi atas teladan akhlak dan perilaku yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur'an. Agama kami memerintahkan kami untuk bekerja demi memastikan tidak ada seorang pun di sekitar kami yang menderita kelaparan atau kekurangan.” [VIVA co id] dan ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi SAW pada hadits utama : ”Bukanlah orang mukmin itu orang yang kenyang sementara (ia membiarkan) tetangganya kelaparan.” [HR Thabrani]

 

Dalam hadits di atas, kita diperintahkan untuk menolong tetangga yang membutuhkan tanpa melihat apa agamanya, apakah dia muslim ataukah non muslim. Secara tegas, Allah tidak melarang kaum muslimin berbuat baik kepada non muslim. Allah SWT berfirman :

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ 

”Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”. [QS Al-Mumtahanah :  8]

 

Mujahid berkata: “Aku pernah berada di sisi Abdullah bin Umar, sementara seorang budaknya sedang menyembelih dan menguliti seekor kambing”. Lalu Abdullah bin Umar berkata:

يَا غُلَامُ، إِذَا سَلَخْتَ فَابْدَأْ بِجَارِنَا الْيَهُوْدِيِّ

‘Wahai budak, apabila engkau selesai menguliti, mulailah dengan memberikan (daging) kepada tetangga kita yang Yahudi”.

Ia mengulanginya beberapa kali. Maka ada yang bertanya kepadanya: ”Mengapa engkau mengatakan demikian? ” Abdullah bin Umar menjawab: ”Sesungguhnya Rasul SAW senantiasa berwasiat kepada kami tentang tetangga, hingga kami khawatir beliau akan menjadikannya sebagai ahli waris. ” [Ihya Ulumuddin]

 

Sautu ketika Aisyah RA bertanya : Wahai Rasulullah, aku memiliki dua orang tetangga, kepada siapa aku harus memberikan hadiah?” Beliau menjawab:

إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكِ بَابًا

“Kepada tetangga yang paling dekat pintunya denganmu.” [HR Bukhari]

 

Anjuran berbuat baik kepada orang dekat atau tetangga sebagaimana hadits-hadits di atas itu tidaklah membeda-bedakan apa agamanya, apakah islam ataukah bukan. Islam mengajarkan kasih sayang kepada sesama karena Islam itu Rahmatan Lil Alamin, kasih sayang kepada alam semesta.  

 

Suatu ketika ada seorang Majusi meminta jamuan amakanan kepada Nabi Ibrahim AS. Ibrahim berkata kepadanya: “Jika engkau masuk Islam, aku akan menjamu dan memuliakanmu.” Majusi itu menjawab: “Kalau aku masuk Islam, maka apa kelebihanmu atas diriku?” Lalu ia pergi. Maka Allah SWT mewahyukan kepada Ibrahim AS :

يَا إِبْرَاهِيمُ، لَمْ تُطْعِمْهُ إِلَّا بِتَغْيِيرِ دِينِهِ وَنَحْنُ مُنْذُ سَبْعِينَ سَنَةً نُطْعِمُهُ عَلَى كُفْرِهِ، فَلَوْ أَضَفْتَهُ لَيْلَةً مَاذَا عَلَيْكَ؟

“Wahai Ibrahim, apakah engkau tidak mau memberinya makan kecuali jika ia mengubah agamanya? Padahal Kami telah memberinya makan selama tujuh puluh tahun dalam keadaan kafir. Kalau engkau menjamunya satu malam saja, apa ruginya bagimu?”

 

Maka Ibrahim AS segera mengejar Majusi itu dan menjamunya. Majusi itu bertanya: “Apa sebab engkau berubah pikiran?” Ibrahim pun menceritakan wahyu Allah tadi kepadanya. Majusi itu berkata: “Apakah demikian Allah memperlakukanku?” Lalu ia berkata: “Tunjukkan kepadaku Islam.” Maka ia pun masuk Islam. [Ar-Risalah Al-Qusyairiyah]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-bari membuka hati dan pikiran kita untuk berbuat baik kepada sesama manusia tanpa membeda-bedakan agamanya. Semakin tinggi Iman semakin banyak kebaikan kepada sesama dan  orang yang beriman itu tidaklah membiarkan tetangganya kelaparan.

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

0 komentar:

Post a Comment