Senin, 04 April 2016

BEROBATLAH

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Usamah bin Syarik RA : Aku mendatangi Rasulullah saw. Sementara para sahabat duduk dengan tenang seakan-akan dikepalanya ada burung yang bertengger. Setelah mengucapkan salam akupun duduk lalu datanglah serombongan orang pedalaman. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau saw menjawab:

َتَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ
Berobatlah sebab Allah swt tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit yaitu Penyakit tua.” [HR. Ahmad]

Catatan Alvers

Kesehatan didefinisikan oleh wikipedia sebagai keadaan sejahtera pada badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan ini adalah sebagian di antara nikmat Allah yang banyak dilupakan oleh manusia. Maka benarlah Rasulullah saw bersabda, ”Ada dua nikmat yang sering kali memperdaya kebanyakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan nikmat kelapangan waktu” [HR. Bukhari]. Dan tidaklah seseorang merasakan arti penting nikmat sehat kecuali setelah jatuh sakit. Dalam hadits di atas Rasul memerintahkan untuk berobat tatkala sakit namun tetaplah meminta pertolongan Allah sebab dialah yang menciptakan obat dan kesembuhan.


Allah menciptakan manusia dengan segala keterbatasan dan kelemahannya. Allah berfirman : “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” [QS AN-Nisa : 28] inilah mengapa kita memerlukan pertolongan Allah swt. Kendati kemajuan teknologi berhasil menciptakan alat canggih dan obat-obatan namun itu semua tidak lebih dari sarana dan prasarana karena yang menetukan pada akhirnya adalah Allah swt. Bukankah tidak semua pasien bisa sembuh ditangan dokter terbaik? Bukankah tidak semua penderita bisa sembuh dengan obat yang termahal? Maka tidak lain yang menentukan kesembuhan adalah Allah swt. Nabi Ibrahim as berkata :
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” [QS As-Syu’ara’: 80]

Kita sebagai manusia dibekali akal oleh Allah untuk ikhtiyar (berusaha) mengatasi semua masalah yang kita hadapi namun sambil tetap meminta kepada Allah swt. Syekh Nawawi Al-Bantani bercerita : Suatu hari, Nabi Musa as. mengadukan derita sakit giginya kepada Allah. Lalu Allah memerintahkan untuk mengambil beberapa helai rumput di suatu tempat. “Letakkan rumput itu pada gigimu yang nyeri,” seru Allah. Seketika sakit giginya reda. Setelah beberapa waktu berlalu, sakit gigi Nabi Musa kembali kambuh. Tanpa mengadu kepada-Nya, Nabi Musa menuju padang rumput yang pernah didatangi beberapa masa silam. Lalu ia mengobati giginya dengan rumput seperti praktek yang pernah dilakukannya. Bukannya sembuh, malah sakit giginya semakin menjadi (parah). Dan Nabi Musa pun bermunajat lagi kepada Allah swt.:
إلهى ألست أمرتنى بهذا ودللتنى عليه
“Nabi Musa as. berkata: ‘Tuhanku, bukankah Engkau memerintahkanku dan menunjukkanku untuk ini?’
Lalu Allah swt. menjawab,
أنا الشافى وأنا المعافى وأنا الضار وأنا النافع قصدتنى فى المرة الأولى فأزلت مرضك والآن قصدت الحشيشة وما قصدتنى
Aku-lah penyembuh. Aku-lah pemberi kebaikan. Aku-lah yang mendatangkan mudharat dan Aku pula yang mendatangkan kemaslahatan. Pada sakitmu yang pertama, kau mendatangi-Ku karenanya Ku-sembuhkan penyakitmu. Tetapi kali ini, kau langsung mendatangi rumput itu, bukan mendatangi-Ku.”[ Fathul Majid]

Maka Ada baiknya untuk menyempurnakan ikhtiyar, jika disamping kita berobat dengan pergi ke dokter namun kita tidak meninggalkan apa yang diajarkan oleh Rasul saw. Sayyidah ‘Aisyah RA berkata: “Dahulu bila salah seorang dari kami mengeluhkan rasa sakit maka beliau saw mengusapnya dengan tangan kanan beliau dan membaca:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, yang menghilangkan segala petaka, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, sebuah kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” [HR. Bukhari]. Wallahu A’lam. Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada setiap kita dan keluarga yang sakit dan memberi pahala atas semua penyakit yang telah menimpanya.

0 komentar:

Posting Komentar