Minggu, 19 Juni 2016

DAHSYATNYA JALAN KAKI



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Musa RA; Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ
“Orang yang paling banyak pahalanya dalam shalat adalah orang yang paling jauh jalannya menuju (masjid), lalu yang selanjutnya.” [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Kebanyakan orang modern merasa malas untuk jalan kaki karena tersedianya berbagai fasilitas seperti sepeda motor, mobil, lift dll. padahal berjalan kaki sangatlah penting untuk kesehatan bahkan dalam islam, berjalan kaki juga dinilai sebagai aktifitas yang penting, terbukti dengan hadits di atas yang menyatakan bahwa berjalan kaki lebih jauh akan lebih besar pahalanya. Dalam hadits yang lain disebutkan lebih spesifik yaitu dengan “memperbanyak langkah kaki”. Rasulullah SAW bersabda:


أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ, فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ
“Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus kesalahan dan mengangkat derajat?” Mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda : “Menyempurnakan wudlu dalam kondisi yang tidak mengenakkan (seperti saat cuaca dingin atau sakit), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Maka itulah ribath (Jihad melawan nafsu)” [HR. Muslim]

Lebih lanjut, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah RA, bahwa ada sepetak tanah kosong di sekitar masjid. Kemudian Keluarga Bani Salimah (dibaca dengan kasrah lamnya, salimah adalah nama kabilah terkenal dari kalangan sahabat anshar) [Syarah Imam Nawawi] berencana pindah rumah ke lokasi tanah tersebut supaya dekat dengan masjid. Ketika rencana ini sampai kepada Nabi SAW maka beliau menanyakan kebenarannya. Setelah mereka mengiyakan rencana tersebut, Rasul bersabda kepada mereka :
يَا بَنِي سَلِمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ
Wahai Bani salimah, menetaplah di rumah kalian niscaya jejak langkah kalian ditulis (lebih banyak pahalanya), menetaplah di rumah kalian niscaya jejak langkah kalian ditulis (lebih banyak pahalanya)  [HR Muslim]
Rasul melarang bani salimah pindah ke rumah yang lebih dekat ke masjid supaya mereka lebih banyak langkahnya ketika menuju masjid, bukankah setiap langkah menuju masjid itu penuh dengan keutamaan. Betapa tidak, setiap langkah bernilai sedekah. Rasul Bersabda :
وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ
“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” [HR. Muslim]

setiap langkah juga bernilai kebaikan dan menggugurkan dosa. Rasul bersabda :
كُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلاَةِ يُكْتَبُ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ وَيُمْحَى عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةٌ
“Setiap langkah menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” [HR. Ahmad]

Berjalan kaki menuju masjid tidaklah sama pahalanya dengan naik kendaraan. Hal ini banyak tidak diketahui dan disadari oleh jamaah, sebagaimana hal ini juga tidak diketahui oleh sahabat ubay bin ka’b. Dalam Hadits riwayat Muslim, diceritakan bahwa ada seorang dari kalangan sahabat Anshar yang tidak paling jauh rumahnya lebih dari masjid, tetapi ia tidak pernah terlambat untuk shalat berjamaah bersama Rasul SAW di masjid. Lalu kami iba dengan hal ini dan Aku (Ubay bin ka’b) mengatakan :
يَا فُلَانُ لَوْ أَنَّكَ اشْتَرَيْتَ حِمَارًا يَقِيكَ مِنْ الرَّمْضَاءِ وَيَقِيكَ مِنْ هَوَامِّ الْأَرْضِ
'Wahai fulan, jikalau engkau membeli seekor himar tentu dapat menjagamu dari terik matahari (di siang hari) dan terhindar dari binatang melata di (malam harinya) .
Ia menjawab : 'Demi Allah, aku tidak ingin rumahku berdekatan dengan Rumah Rasulullah SAW (masjid ).  Lalu aku bawa ia menuju Rasul dan aku kabarkan kepada beliau, beliau bertanya dan ia beralasan untuk mendapatkan banyak pahala (dengan berjalan jauh).' Beliau bersabda:
إِنَّ لَكَ مَا احْتَسَبْتَ
"Engkau akan mendapatkan apa yang engkau harapkan." [HR. Muslim]

Maka hendaknya orang yang sanggup berjalan kaki ke masjid, hendaknya dia tidak menggunakan kendaraan karena pahalanya lebih besar dan lebih sehat tentunya. Bukankah secara medis kita dianjurkan untuk jalan kaki minimal 30 menit sehari. Jika seseorang menghabiskan waktu berjalan menuju masjid selama 3 menit saja maka sudah terpenuhi syarat minimal di atas. (3 menit x 5 Sholat x 2 Pulang pergi). Berjalan kaki dikutip dari Medicine bermanfaat untuk Menghindarkan dari diabetes tipe 2, Memperkuat jantung, bermanfaat untuk kwalitas otak, tulang, Mengurangi gejala depresi, Meningkatkan kebugaran. Dll. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita agar mengejar pahala yang dijanjikan-Nya dan meraih pula manfaatya.

0 komentar:

Posting Komentar