Jumat, 10 Juni 2016

TERIMAKASIH ISTRIKU



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ummu Salamah RA, Nabi SAW bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتْ الْجَنَّةَ
"Wanita mana saja yang meninggal dunia, sedang suaminya ridlo kepadanya, maka ia masuk surga".  [HR Ibnu Majah].

Catatan Alvers

Wahai para suami renungkanlah kata-kata bijak ini “Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah, Tidaklah setaqwa Aisyah, Pun tidak setabah Fatimah. Justru Istrimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi wanita solehah”. Benarlah demikian adanya, sebagaimana kita para suami tidaklah sempurna maka mereka juga tidak ada yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Maka dari itu janganlah menuntut kesempurnaan dari istrimu. Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi berkata :
 من ابتغى صديقا بلا عيب عاش وحيدا # من ابتغى زوجةً بلا نقص عاش أعزبا
“Siapa yang ingin mencari teman yang sempurna (tanpa aib), maka ia akan hidup sendirian (karena tiada teman yang sempurna). Siapa yang ingin mencari istri yang sempurna (tanpa kekurangan), maka hidupnya akan jomblo.”


Ketika sarapan atau makan malam siapa yang menyiapkan semuanya? Siapa yang merawat anak-anakmu? Siapa yang menjaga rumahmu? Bukankah semua itu dilakukan istrimu? Padahal pekerjaan rumah seperti mencuci dan memasak merupakan kewajiban kita para suami menurut mazhab Hanafi, Syafi’i, Maliki.

Riwayat-riwayat yang kita dengar tentang semisal Asma’ binti Abu Bakar yang tiap hari mengambil air, memberi makan kuda, membuat roti, bahkan membawa biji-biji kurma di atas kepalanya,

Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung

itu semua menunjukkan betapa besar kerelaan dan keluhuran budinya. Pun demikian istrimu, ia melakukan semua itu demi menggapai ridlomu. Bukankah Rasulullah saw bersabda,
إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang perempuan telah mengerjakan shalat fardhu lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan TAAT KEPADA SUAMINYA, maka akan dikatakan kepadanya: masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” [HR Ahmad]

Dengan demikian seorang istri bermaksud membangun surga dunia di rumah tanggamu dan surga di akhirat nanti dengan taat kepadamu. Nah sekarang, Lihatlah penghargaanmu kepadanya! Apa yang telah kau perbuat dengan cita-cita luhurnya dan keikhlasannya?

Alkisah terdapat sepasang suami istri sedang bercengkrama dan ia berkata : “mari kita tulis kekurangan kita masing-masing di kertas kosong, agar kita bisa saling intropeksi diri”. Keesokan harinya merekapun saling bertukar kertas. Mulailah dari suami yang membaca kertas tulisan istri. Setiap kata ketika membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya. Suami berkata : “maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu . Maafkan aku,” air matanya semakin deras mengalir. Tibalah giliran istri membuka dan membaca kertas dari suami. Namun sang istri kaget kertas itu masih bersih polos karena suaminya tidak menulis apapun dikertas itu. Suami lantas berkata : “Istriku tercinta, tahukah engkau. Aku mencintaimu apa adanya sehingga aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu bahwa setiap manusia pastilah tercipta dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku tercipta sebagai suamimu untuk menjadi pelengkap kekuranganmu. Aku mencintaimu karena Allah telah memilihmu sebagai pendampingku, wahai istriku”.  Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya.

Pertengkaran suami istri biasanya karena ego, saling menuntut cinta, saling meminta diperhatikan, saling minta disayang, gengsi meminta maaf duluan jika melakukan kesalahan, tidak mau berlomba memberi yang terbaik, yang berakibat hilangnya rasa syukur dan rasa menerima apa adanya. Maka cintailah pasanganmu yang telah kau pilih “apa adanya” dan bukan “ada apanya”. Para suami, bantulah istrimu untuk menggapai cita-cita mulia untuk membangun surga dunia dan akhiratnya dengan ridlomu. Berikan ridlo untuknya dan katakan “terimakasih istriku atas semuanya” Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk bisa menyadari bahwa tiada manusia yang sempurna begitu pula kita dan istri kita.

1 komentar: